Ardini, Mira (2026) Tinjauan kriminologi terhadap premanisme di wilayah Kabupaten Sumedang. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (189kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (174kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiarism.pdf Download (310kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (200kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1 (17).pdf Download (296kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (275kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (221kB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (535kB) | Request a copy |
||
|
Text
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (204kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (219kB) | Request a copy |
||
|
Text
11_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
INDONESIA: Kajian kriminologi menelaah kejahatan tidak hanya pada pelaku individu, tetapi juga pada pelaku yang beroperasi dalam organisasi atau subkebudayaan kejahatan seperti premanisme. Premanisme merupakan perilaku merampas hak orang lain maupun hak publik melalui tindakan intimidatif yang menimbulkan rasa takut, menciptakan keresahan, ketidakamanan, dan kerugian bagi masyarakat, serta berbeda dari pelaku kriminal lain karena umumnya dikenal secara jelas di lingkungan operasinya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis faktor yang mempengaruhi terjadinya praktik premanisme di wilayah Sumedang. Selain itu, untuk mengetahui upaya Kepolisian Resor Sumedang dalam menanggulangi praktik premanisme, serta mengetahui upaya menanggulangi praktik premanisme oleh Polres Sumedang apabila ditinjau dalam perspektif kriminologi. Penelitian ini menerapkan teori kriminologi kontrol sosial serta teori asosiasi diferensial untuk menelaah apakah upaya-upaya yang telah dilakukan dalam menanggulangi aksi premanisme telah selaras dengan kajian kriminologi. Berdasarkan teori kontrol sosial, ikatan sosial berperan dalam mencegah terjadinya perilaku kriminal. Sedangkan, dalam teori asosiasi diferensial bahwasannya kejahatan dipelajari melalui interaksi sosial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif analitis untuk memaparkan serta menganalisis fakta, gejala, dan hubungan antarfenomena secara sistematis berdasarkan kondisi aktual yang terjadi. Adapun pendekatan dalam penelitian ini ialah yuridis kriminologis dengan mengumpulkan dan menafsirkan data terkait fakta-fakta premanisme untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong terjadinya perilaku tersebut. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa praktik premanisme yang terjadi di wilayah Sumedang dipengaruhi oleh faktor eksternal dan faktor internal. Faktor ekonomi, lingkungan, labelling masyarakat, tingkat mobilitas, serta pendidikan termasuk dalam faktor eksternal. Sedangkan faktor internal dipengaruhi oleh keimanan serta kematangan berpikir seseorang. Adapun upaya yang telah dilakukan oleh Polres Sumedang dalam menanggulangi praktik premanisme ialah upaya pre-emtif, preventif, represif, serta pembinaan terhadap mantan preman. Apabila ditinjau dalam perspektif kriminologi, upaya pre-emtif dan preventif dapat diaplikasikan dalam empat unsur utama teori kontrol sosial yang dikemukakan oleh Travis Hirschi, yakni attachment, commitment, involvement, dan belief. Sementara itu, upaya represif dapat ditinjau dari teori asosiasi diferensial yang dikemukakan oleh Sutherland, serta memberi dasar teoritis dalam upaya melakukan pembinaan terhadap mantan preman.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kriminologi; Premanisme; Kejahatan |
| Subjects: | Criminal Law |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Mira Ardini |
| Date Deposited: | 21 May 2026 06:26 |
| Last Modified: | 21 May 2026 06:26 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/131716 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



