Qulyuby, Moch Rif'at Fahmi (2025) Analisis perkawinan dengan menggunakan wali paman dari pihak ibu : Studi kasus di Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_Cover.pdf Download (106kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_Abstrak.pdf Download (262kB) | Preview |
|
|
Text (SK BEBAS PLAGIARISM)
LEMBAR PERNYATAAN KARYA SENDIRI_MOCH RIF.pdf Download (616kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
3_Daftar Isi.pdf Download (233kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
4_Bab 1.pdf Download (560kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
5_Bab 2.pdf Restricted to Registered users only Download (600kB) |
||
|
Text (BAB III)
6_Bab 3.pdf Restricted to Registered users only Download (506kB) |
||
|
Text (BAB IV)
7_Bab 4.pdf Restricted to Registered users only Download (243kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
8_Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (270kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
9_Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini menemukan sebuah fenomena praktik pelaksanaan perkawinan yang menggunakan wali paman dari pihak ibu, sebagaimana terjadi di Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka. Kondisi ini menunjukkan adanya kekeliruan pemahaman masyarakat mengenai konsep wali nasab yang dalam hukum Islam dan Kompilasi Hukum Islam hanya diakui melalui garis keturunan ayah. Penelitian ini merumuskan beberapa permasalahan utama, yaitu bagaimana pelaksanaan perkawinan dengan menggunakan wali paman dari pihak ibu di Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka, apa yang melatarbelakangi terjadinya praktik tersebut, serta bagaimana pandangan ustadz yang menikahkan pasangan dengan menggunakan wali paman dari pihak ibu. Penelitian ini menggunakan landasan teori hukum Islam (fiqh munakahat) yang membahas konsep wali nikah, khususnya wali nasab menurut pendapat ulama empat mazhab, serta teori hukum positif di Indonesia yang bersumber dari Undang�Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam. Selain itu, digunakan pula teori dampak sosial dan hukum untuk menganalisis implikasi keabsahan perkawinan terhadap status hukum suami istri dan anak Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitis dengan pendekatan yuridis empiris. Data diperoleh melalui penelitian lapangan dengan teknik wawancara dan observasi yang dilakukan di Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka, khususnya terhadap pihak Kantor Urusan Agama (KUA), tokoh agama, dan masyarakat yang terlibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan nikah dilakukan secara tidak tercatat (nikah siri) dengan menghadirkan paman dari pihak ibu sebagai wali, disertai dua orang saksi dan ijab kabul sebagaimana praktik umum pernikahan. Pelaksanaan tersebut dilakukan dalam praktik nikah tidak tercatat karena pemahaman masyarakat yang keliru tentang urutan wali nasab. Latar belakangnya dipengaruhi rendahnya literasi hukum dan kuatnya adat setempat. Ustadz yang menikahkan berpendapat pernikahan tetap sah karena rukun lain telah terpenuhi dan paman dianggap masih kerabat dekat, meskipun secara fikih jumhur dan ketentuan KHI wali tersebut tidak termasuk wali nasab yang sah.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Wali Nikah; Wali Nasab; Paman Dari Pihak Ibu; Keabsahan Perkawinan; Hukum Keluarga Islam; |
| Subjects: | Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Rukun Nikah, Akad Nikah |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Al-Ahwal Al-Syakhshiyah |
| Depositing User: | Moch Rif'at Fahmi Qulyuby |
| Date Deposited: | 25 May 2026 01:52 |
| Last Modified: | 25 May 2026 07:37 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/131881 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



