Kemerdekaan manusia dalam perspektif tafsir Harakī: Studi komparatif antara tafsir Sayyid Quthb (W. 1966 M) dan Sa‘Id Hawwa (W. 1989 M) dengan pendekatan historis-kontekstual

Muhammad, Farhan Farhan (2026) Kemerdekaan manusia dalam perspektif tafsir Harakī: Studi komparatif antara tafsir Sayyid Quthb (W. 1966 M) dan Sa‘Id Hawwa (W. 1989 M) dengan pendekatan historis-kontekstual. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text
1_cover.pdf

Download (333kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2_abstrak.pdf

Download (406kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3_sk bebas plagiarism.pdf

Download (219kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4_daftar isi.pdf

Download (270kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5_bab 1.pdf

Download (430kB) | Preview
[img] Text
6_bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (522kB) | Request a copy
[img] Text
7_bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (407kB) | Request a copy
[img] Text
8_bab 4 (4).pdf
Restricted to Registered users only

Download (759kB) | Request a copy
[img] Text
9_bab 5 (3).pdf
Restricted to Registered users only

Download (267kB) | Request a copy
[img] Text
10_daftar pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (273kB) | Request a copy

Abstract

Latar belakang penelitian ini berangkat dari kompleksitas isu kemerdekaan manusia di era modern, di mana kebebasan berekspresi dan beragama sering kali berbenturan dengan bentuk-bentuk perbudakan baru seperti hegemoni budaya global, kapitalisme, serta meningkatnya otoritarianisme dan kriminalisasi terhadap aktivis. Fenomena ini menunjukkan adanya krisis kebebasan yang mendesak untuk dikaji melalui perspektif Al-Qur'an sebagai sumber nilai spiritual dan sosial. Meskipun tokoh mufasir modern seperti Sayyid Quthb (w. 1966 M) dan Sa'id Hawwa (w. 1989 M) telah menawarkan gagasan kemerdekaan yang berakar pada kesadaran tauhid dan pembebasan dari penghambaan sesama manusia, studi komparatif yang menelaah pandangan keduanya secara mendalam dengan pendekatan historis-kontekstual masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk mengisi celah akademik tersebut sekaligus memberikan kontribusi dalam membangun kerangka etik dan teologis untuk merespons ketidakadilan kontemporer. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis: 1) konsep kemerdekaan manusia ditafsirkan oleh Sayyid Quthb (w. 1966 M) dalam Fī Ẓilāl al-Qur’ān dan oleh Sa‘id Hawwa (w. 1989 M) dalam Al-Asās fi Al-Tafsīr; 2) menganalisis bagaimana persamaan dan perbedaan pendekatan tafsir keduanya dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan kemerdekaan manusia; dan 3) menganalisis dan mengeksplorasi sejauh mana pengaruh konteks sosial-politik masing-masing mufassir terhadap penafsiran mereka, dan sejauh mana relevansinya dengan isu kemerdekaan manusia di Indonesia pada masa modern kontemporer ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan tafsir komparatif (muqāran) dan historis-kontekstual untuk menganalisis pemikiran Sayyid Quthb (w. 1966 M) dan Sa'id Hawwa (w. 1989 M) mengenai kemerdekaan manusia. Melalui metode ini, penulis mendeskripsikan serta membandingkan substansi dan metodologi penafsiran kedua tokoh dengan mempertimbangkan pengaruh konteks sosial-politik masing-masing. Penelitian ini menemukan bahwa Sayyid Quthb (w. 1966 M) memaknai kemerdekaan manusia sebagai pembebasan mutlak dari penghambaan kepada sesama manusia menuju penghambaan murni hanya kepada Allah Swt. Sementara itu, Sa'id Hawwa (w. 1989 M) menekankan bahwa kemerdekaan merupakan bagian dari tarbiyah keimanan yang memberikan manusia kebebasan memilih secara bertanggung jawab sesuai dengan fitrah dan kesadaran spiritualnya. Secara metodologis, kedua tokoh menunjukkan perbedaan orientasi di mana Quthb (w. 1966 M) cenderung bersifat ideologis-transformatif, sedangkan Hawwa (w. 1989 M) lebih mengedepankan corak tarbawi yang sufistik. Penafsiran keduanya sangat dipengaruhi oleh latar belakang sosial-politik di masa hidup mereka yang diwarnai tirani serta represi ideologis, sehingga gagasan tersebut tetap relevan sebagai kerangka etik untuk merespons krisis kebebasan sipil dan tantangan otoritarianisme di Indonesia pada masa kontemporer.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: kemerdekaan manusia; tafsir harākī; Sayyid Quthb; Sa’id Hawwa
Subjects: Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Ilmu-ilmu Al-Qur'an
Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an
Divisions: Pascasarjana Program Magister > Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Farhan Muhammad
Date Deposited: 25 May 2026 06:58
Last Modified: 25 May 2026 06:58
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/131921

Actions (login required)

View Item View Item