Ramadhan, Muhammad Ilham (2026) Implementasi konseling sufistik dalam penguatan ketahanan keluarga di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan: Analisis terhadap 13 Wasiat Abah Guru Sekumpul. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
cover.pdf Download (197kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (294kB) | Preview |
|
|
Text
Hasil Plagiat Tesis.pdf Download (100kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (262kB) | Preview |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (443kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (299kB) | Request a copy |
||
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
||
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (261kB) | Request a copy |
||
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (394kB) | Request a copy |
||
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (467kB) | Request a copy |
Abstract
Fenomena tingginya angka perceraian di Kabupaten Banjar (peringkat kedua di Kalimantan Selatan) yang dipicu oleh buruknya komunikasi dan kekosongan spiritual dalam rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pendekatan konseling sufistik para ulama Banjar, menganalisis dampak perubahan perilaku jemaah, serta merumuskan desain konseling berbasis 13 Wasiat Abah Guru Sekumpul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap konselor sufistik (Guru Mulkani, Guru Rasyid Ridha, dan Prof. Akhmad Sagir) serta jemaah, dengan teknik analisis model interaktif Miles dan Huberman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan konseling yang diterapkan bersifat yuristik-akomodatif, yang mengintegrasikan Tauhid, Fiqih, dan Tasawuf dengan menjadikan Abah Guru Sekumpul sebagai figur teladan integral. Teknik utama yang digunakan meliputi komunikasi adaptif, analogi praktis, dan restrukturisasi kognitif berbasis husnuzan sebagai "pendingin spiritual" (AC). Dampak transformasi perilaku yang ditemukan pada jemaah meliputi meningkatnya kemampuan introspeksi diri (muhasabah), stabilitas emosi dengan lisan yang santun, peningkatan inisiatif tanggung jawab domestik, serta penurunan ego pribadi (ananiyah). Penelitian ini menyimpulkan bahwa konseling sufistik berbasis 13 Wasiat Abah Guru Sekumpul merupakan model intervensi yang efektif untuk membangun ketahanan keluarga yang resilien melalui pencapaian ketenangan batin (insyirah).
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Konseling Sufistik; 13 Wasiat Abah Guru Sekumpul; Ketahanan Keluarga; Tazkiyatun Nafs; Kabupaten Banjar; |
| Subjects: | Islam > Sufism Social Welfare, Problems and Services Social Welfare, Problems and Services > Marriage Counseling |
| Divisions: | Pascasarjana Program Magister > Program Studi Bimbingan Konseling Islam |
| Depositing User: | Muhammad Ilham Ramadhan |
| Date Deposited: | 29 May 2026 06:01 |
| Last Modified: | 29 May 2026 06:02 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/132000 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



