Manajemen penyelenggaraan bimbingan manasik haji di kantor urusan agama kecamatan Antapani kota Bandung tahun 2025

Ash Shiddiqy, Muhammad Kasyfi (2026) Manajemen penyelenggaraan bimbingan manasik haji di kantor urusan agama kecamatan Antapani kota Bandung tahun 2025. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung.

[img] Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (406kB)
[img] Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (399kB)
[img] Text (SK BEBAS PLAGIARISME)
3_skbebasplagiarism.pdf

Download (569kB)
[img] Text (DAFTAR ISI)
4_daftarisi.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
5_bab1.pdf

Download (638kB)
[img] Text (BAB II)
6_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (553kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
7_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (724kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
8_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (507kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (514kB) | Request a copy
[img] Text (LAMPIRAN)
10_lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penyelenggaraan ibadah haji merupakan pelayanan keagamaan yang kompleks, mencakup dimensi spiritual, sosial, dan administratif. Kantor Urusan Agama (KUA) di tingkat kecamatan menjadi ujung tombak pelayanan, termasuk dalam bimbingan manasik haji sebagai sarana edukatif bagi calon jemaah. Di Kecamatan Antapani, yang memiliki jemaah dengan latar belakang beragam,diperlukan manajemen yangadaptif, inklusif, dan kontekstual. Minimnya penelitian yang mengkaji penerapan lima fungsi manajemen secara utuh di KUA perkotaan menjadi dasar pentingnya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan, menganalisis pengorganisasian, menjelaskan pengarahan, menelaah koordinasi dengan pihak eksternal, serta menguraikan pengawasan dan evaluasi dalam penyelenggaraan bimbingan manasik haji di KUA Kecamatan Antapani tahun 2025. Penelitian menggunakan teori manajemen klasik Henry Fayol yang mencakup lima fungsi: perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, koordinasi, dan pengawasan. Kelima fungsi ini dipahami sebagai sistem yang saling berkaitan dalam siklus manajerial. Relevansi teori ini dalam konteks pelayanan publik keagamaan menjadikannya landasan analisis yang sistematis dan terukur. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dengan Kepala KUA, panitia manasik, dan calon jemaah haji 2025, serta observasi dan dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi, dan dianalisis menggunakan model interaktif Matthew B. Miles, A. Michael Huberman, dan Johnny Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUA Kecamatan Antapani telah menerapkan lima fungsi manajemen secara integratif. Perencanaan dilakukan sistematis sejak Februari 2025 dengan melibatkan berbagai pihak. Pengorganisasian berjalan efektif melalui pembagian tugas yang jelas. Pengarahan dilakukan secara formal dan informal dengan pendekatan personal. Koordinasi eksternal berlangsung proaktif melalui komunikasi digital. Pengawasan dan evaluasi dilakukan secara berlapis dengan melibatkan umpan balik jemaah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan menyeluruh fungsi manajemen Fayol pada KUA perkotaan dengan jemaah heterogen merupakan temuan baru dibanding penelitian sebelumnya.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Manajemen; Bimbingan Manasik Haji; KUA Antapani
Subjects: General Management
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Manajemen Haji dan Umrah
Depositing User: Muhammad Kasyfi Ash Shiddiqy
Date Deposited: 09 Jun 2026 06:27
Last Modified: 09 Jun 2026 06:27
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/132349

Actions (login required)

View Item View Item