Anam, Khoirul (2025) Pandangan ulama NU dan Muhammadiyah tentang hukum charge (denda) pada ganti rugi terhadap kehilangan karcis parkir dan kendaraan dalam sistem perparkiran ditinjau dari konsep perlindungan hukum dan tanggung jawab hukum dalam hukum positif di Indonesia. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_cover.pdf Download (125kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf Download (83kB) | Preview |
|
|
Text (SK BEBAS PLAGIARISME)
Lembar Pernyataan (11).pdf Download (595kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf Download (105kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
4_bab1.pdf Download (245kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
5_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (384kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB III)
6_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (116kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB IV)
7_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (335kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB V)
8_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (86kB) | Request a copy |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (172kB) | Request a copy |
||
|
Text (LAMPIRAN)
Lampiran (64).pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini membahas perbedaan pandangan hukum antara ulama Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah kota bekasi mengenai pengenaan charge (denda) atas kehilangan karcis parkir dan kendaraan, ditinjau dari perspektif hukum Islam dan konsep perlndungan hukum dan tanggung jawab hukum dalam hukum positif di indonesia. Isu ini penting karena berkaitan dengan perlindungan hak konsumen dan keadilan dalam layanan publik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dasar syariat dan hukum positif terkait penerapan denda oleh pengelola parkir serta relevansinya dalam praktik perparkiran di Indonesia. Ulama NU membolehkan denda selama tidak melanggar prinsip keadilan, tidak eksploitatif, dan didasarkan pada kesepakatan awal. Dalam konteks akad ijarah, penyedia jasa parkir wajib memenuhi hak-hak konsumen. Sebaliknya, Muhammadiyah membedakan tanggung jawab berdasarkan akad—ijarah murni atau wadi’ah—dan membolehkan denda jika bersifat proporsional dan tidak merugikan. Keduanya menekankan pentingnya transparansi, kejelasan akad, dan perlindungan konsumen. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa baik menurut hukum Islam maupun hukum positif, pengenaan denda dalam sistem perparkiran dibolehkan jika memenuhi prinsip keadilan, kepastian hukum, dan perlindungan terhadap konsumen. Hal ini menjadi landasan penting dalam menciptakan sistem parkir yang adil dan bertanggung jawab.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ulama NU, Muhammadiyah; Charge; Denda; Ganti Rugi; Parkir; Perlindungan Konsumen; Ijarah; UU No. 8 Tahun 1999; Hukum Islam. |
| Subjects: | Islam Umum |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Perbandingan Madzhab dan Hukum |
| Depositing User: | Khoirul Anam |
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 06:50 |
| Last Modified: | 15 Jun 2026 06:57 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/132565 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



