Chamdani, Sulthan Taufik Alhakim (2024) Sejarah olahraga bulutangkis Indonesia dalam menjaga tradisi emas di olimpiade tahun 2004-2020. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (68kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (23kB) | Preview |
|
|
Text
3_suratpernyataankaryasendiri.pdf Download (2MB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (209kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (186kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (342kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (29kB) | Request a copy |
||
|
Text
9_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (128kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Olimpiade adalah perayaan olahraga terbesar dalam hal jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan, jumlah atlet yang hadir, jumlah orang dari berbagai negara yang berkumpul pada waktu yang sama di tempat yang sama, dan diadakan hanya setiap empat tahun sekali. Cabang olahraga bulutangkis telah ada sejak perhelatan Olimpiade 1972 di Munich, Jerman serta Olimpiade 1988 di Seoul, Korea. Namun secara resmi olahraga bulutangkis baru dipertandingkan dan menjadi bagian program olahraga Olimpiade di Olimpiade 1992 Barcelona, Spanyol. Pada ajang Olimpiade kiprah tim bulutangkis Indonesia tidak perlu diragukan lagi, setiap keikutsertaannya hampir selalu berhasil membawa pulang medali, baik itu emas, perak, ataupun perunggu. Prestasi gemilang yang sudah menjadi tradisi setiap keikutsertaannya yang menjadi alasan penelitian ini dibuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah keikutsertaan olahraga bulutangkis Indonesia dalam Olimpiade, serta untuk mengetahui sejarah olahraga bulutangkis Indonesia dalam menjaga tradisi emas di Olimpiade tahun 2004-2020. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah. Terdapat empat tahap dalam metode ini, tahap pertama adalah heuristik yang dikenal sebagai tahapan pengumpulan sumber. Lalu tahap kedua adalah kritik sumber yang berfungsi untuk mengetahui orisinalitas dan kredibilitas sumber. Selanjutnya ditahap ketiga adalah interpretasi, tahap ini bertujuan untuk menganalisis data dari sumber yang didapat menjadi sebuah fakta. Kemudian tahap keempat adalah historiografi, tahap terakhir ini dimaksudkan untuk menuliskan fakta yang telah diperoleh sehingga menjadi sebuah tulisan sejarah. Olahraga bulutangkis adalah andalan utama negara Indonesia untuk meraih medali emas di Olimpiade, dan hal itupun sudah menjadi tradisi bagi tim bulutangkis Indonesia. Sampai perhelatan Olimpiade Tokyo 2020, tim bulutangkis Indonesia sudah mengoleksi 8 emas, 6 perak, dan 7 perunggu dengan total keseluruhan adalah 21 medali. Hanya ada dua negara yang sudah lengkap mengoleksi medali emas di lima nomor pertandingan cabang olahraga bulutangkis, kedua negara itu adalah China dan Indonesia. Indonesia berada diposisi kedua dibawah negara China sebagai tim bulutangkis yang paling sukses diperhelatan Olimpiade.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | bulutangkis; Olimpiade Barcelona 1992; Olimpiade Atlanta 1996; Olimpiade Sydney 2000; Olimpiade Athena 2004; Olimpiade Beijing 2008; Olimpiade London 2012; Olimpiade Rio de Janeiro 2016; Olimpiade Tokyo 2020; medali; juara; podium |
| Subjects: | Athletic and Outdoor Sports World History, Civilizations History of Southeast Asia > History of Indonesia |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam |
| Depositing User: | Sulthan Taufik Alhakim Chamdani |
| Date Deposited: | 17 Jun 2026 02:49 |
| Last Modified: | 17 Jun 2026 02:49 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/132641 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



