Maharani, Lidya (2026) konsep wara' dalam Al-Qur'an: Studi analisis intertekstualitas tafsir Al-Ibriz dan tafsir Lathaif Al-Isyarat. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (119kB) | Request a copy |
||
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Restricted to Registered users only Download (346kB) | Request a copy |
||
|
Text (SURAT BEBAS PLAGIASI)
1221030099 Lidya Maharani - Surat Keterangan Lulus Cek Plagiarisme.pdf Download (227kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf Restricted to Registered users only Download (134kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB I)
BAB I .pdf Restricted to Registered users only Download (517kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB II)
BAB II .pdf Restricted to Registered users only Download (437kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB III)
BAB III .pdf Restricted to Registered users only Download (200kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Registered users only Download (890kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB V)
BAB V PENUTUP.pdf Restricted to Registered users only Download (127kB) | Request a copy |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (201kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami konsep wara’ sebagai salah satu nilai fundamental dalam Islam yang berkaitan dengan sikap kehati-hatian seorang muslim dalam menjaga diri dari perkara yang syubhat maupun dari segala hal yang dapat menjauhkan dirinya dari Allah Swt. Dalam khazanah tafsir Nusantara, Tafsir Al-Ibriz karya KH. Bisri Musthafa menghadirkan penafsiran yang khas melalui penggunaan bahasa Jawa yang sederhana, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Di sisi lain, Tafsir Lathaif al-Isyarat karya Imam al-Qusyairi menawarkan pendekatan sufistik yang menekankan dimensi batiniah dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penafsiran ayat-ayat wara’ dalam Tafsir Al-Ibriz, menganalisis hubungan intertekstual antara Tafsir Al-Ibriz dan Tafsir Lathaif al-Isyarat dalam menafsirkan ayat-ayat wara’, serta menjelaskan implikasi pemaknaan wara’ yang dihasilkan melalui relasi intertekstual tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Sumber data primer penelitian ini adalah Tafsir Al-Ibriz karya KH. Bisri Musthafa dan Tafsir Lathaif al-Isyarat karya Imam al-Qusyairi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori intertekstualitas Julia Kristeva yang berfokus pada prinsip transformasi, ekspansi, modifikasi, dan haplologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep wara’ dalam Tafsir Al-Ibriz dipahami sebagai sikap menjaga diri dari perbuatan yang dapat merusak hubungan dengan Allah maupun sesama manusia. Konsep tersebut tercermin dalam beberapa ayat indikator, yaitu Q.S. Al-Hujurat ayat 11 dan 12 tentang larangan mencela, berprasangka, dan ghibah, Q.S. An-Nur ayat 30 tentang menjaga pandangan, Q.S. Al-Furqan ayat 67 tentang larangan bersikap berlebihan dan kikir, Q.S. Al-Qashash ayat 83 tentang larangan sombong dan berbuat kerusakan, Q.S. Al-Baqarah ayat 238 tentang menjaga shalat, Q.S. Al-Hasyr ayat 7 tentang ketaatan kepada Rasul, serta Q.S. Al-An‘am ayat 152 tentang kejujuran, amanah, dan keadilan. Penafsiran KH. Bisri Musthafa disampaikan secara praktis, kontekstual, dan mudah dipahami masyarakat dengan menggunakan metode tahlili bercorak adabi ijtima’i yang dipadukan dengan nuansa sufistik moderat. Adapun hasil analisis intertekstual menunjukkan bahwa tidak seluruh ayat memiliki hubungan intertekstual yang kuat dengan Tafsir Lathaif al-Isyarat. Relasi intertekstual yang paling jelas ditemukan pada Q.S. Al-Hujurat ayat 12, Q.S. An-Nur ayat 30, Q.S. Al-Furqan ayat 67, dan Q.S. Al-Hasyr ayat 7 melalui prinsip transformasi, ekspansi, modifikasi, dan haplologi. Relasi tersebut menunjukkan bahwa Tafsir Al-Ibriz tidak sekadar mereproduksi kecenderungan penafsiran sufistik yang terdapat dalam Tafsir Lathaif al-Isyarat, tetapi juga melakukan penyederhanaan, penyesuaian, dan pengembangan makna sesuai dengan konteks masyarakat lokal. Implikasi pemaknaan wara’ melalui analisis intertekstual menunjukkan bahwa wara’ tidak hanya dipahami sebagai sikap menjauhi perkara haram dan syubhat secara lahiriah, tetapi juga sebagai proses pengendalian diri, penjagaan hati, penyucian jiwa (tazkiyat al-nafs), dan upaya mendekatkan diri kepada Allah Swt. Temuan ini menunjukkan bahwa Tafsir Al-Ibriz berhasil mengontekstualisasikan nilai-nilai sufistik ke dalam bentuk yang lebih aplikatif sehingga wara’ dapat dipahami sebagai pedoman etika dan spiritual yang relevan dalam kehidupan sehari-hari.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | konsep wara'; analisis intertekstualitas; tafsir Al-Ibriz; tafsir Lathaif Al-Isyarat |
| Subjects: | Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Lidya Maharani |
| Date Deposited: | 17 Jun 2026 08:13 |
| Last Modified: | 17 Jun 2026 08:13 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/132746 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



