Pratiwi, Silvia Julianti (2026) Konsep maslahah mursalah mengenai isbat nikah sebagai instrumen kepastian hukum perkawinan yang tidak tercatat dalam kompilasi hukum islam dan undang-undang nomor 1 tahun 1974. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
COVER.pdf Download (145kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (216kB) | Preview |
|
|
Text (KETERANGAN BEBAS PLAGIARISME)
KETERANGAN BEBAS PLAGIARISME.pdf Download (4MB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf Download (191kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (497kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (407kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (216kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (440kB) |
||
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (200kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (216kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Fenomena perkawinan tidak tercatat (nikah siri) di Indonesia menimbulkan ketidakpastian hukum yang merugikan hak keperdataan istri dan anak, meski pencatatan telah diwajibkan dalam Pasal 2 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Pasal 5 Kompilasi Hukum Islam. Tingginya permohonan isbat nikah tercatat 79.639 perkara pada tahun 2022 mengindikasikan pergeseran fungsinya dari solusi temporer menjadi instrumen legalisasi masif atas pengabaian administrasi perkawinan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaturan isbat nikah dalam Kompilasi Hukum Islam dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, menganalisis perbandingan substansi hukum kedua instrumen terkait kepastian hukum perkawinan tidak tercatat, serta mengkaji relevansi konsep maslahah mursalah terhadap kedudukan isbat nikah sebagai instrumen kepastian hukum. Penelitian bertumpu pada tiga teori: kepastian hukum (rechtssicherheit), perlindungan hukum, dan maslahah mursalah sebagai kerangka utama untuk menilai legitimasi isbat nikah berdasarkan kemaslahatan, khususnya dalam menjaga keturunan (hifzh al-nasl) dan harta (hifzh al-mal) sebagai bagian dari maqashid al-syari'ah. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif. Serta pengumpulan data melalui studi kepustakaan (library research) yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan mengakomodasi isbat nikah secara implisit melalui Pasal 2 dan Pasal 64, sedangkan Kompilasi Hukum Islam mengaturnya secara eksplisit dan limitatif melalui Pasal 7 ayat (2) dan ayat (3) selaku lex specialis. Kedua, perbedaan pendekatan keduanya membentuk hubungan berjenjang dan saling melengkapi demi kepastian hukum dan perlindungan hak keperdataan. Ketiga, maslahah mursalah terbukti relevan sebagai landasan filosofis isbat nikah, sebagaimana tercermin dalam Putusan Pengadilan Agama Jakarta Barat Nomor 3677/Pdt.G/2022/PA.JB, di mana hakim mengutamakan keadilan substantif berbasis kemaslahatan demi melindungi hak janda dan anak.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Isbat Nikah; Maslahah Mursalah; Perkawinan Tidak Tercatat |
| Subjects: | Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Hukum Keluarga dan Hukum Perkawinan, Pernikahan menurut Islam Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Perbandingan Hukum Pengadilan Islam dengan Hukum Lain Law > Comparative Law |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Perbandingan Madzhab dan Hukum |
| Depositing User: | Silvia Julianti Pratiwi |
| Date Deposited: | 18 Jun 2026 01:05 |
| Last Modified: | 18 Jun 2026 01:05 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/132764 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



