Fadillah, Asry Nur (2026) Dialektika hegel dan kritik nalar epistemologis Al-Jabiri: Studi perbandingan metodologis dan relevansinya bagi analisis sosial. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_cover.pdf Download (144kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf Download (308kB) | Preview |
|
|
Text (SUKET BEBAS PLAGIARISME)
3_skbebasplagiarism.pdf Download (227kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_daftar isi.pdf Download (356kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
5_bab1.pdf Download (377kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (722kB) |
||
|
Text (BAB III)
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (276kB) |
||
|
Text (BAB IV)
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (938kB) |
||
|
Text (BAB V)
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (322kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (384kB) |
Abstract
Penelitian Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi kebutuhan akan kerangka metodologis yang mumpuni dalam memahami dinamika realitas sosial, budaya, dan keagamaan yang semakin kompleks di era modern. Masalah utama yang dikaji adalah bagaimana mempertemukan dialektika sejarah dengan kritik atas warisan intelektual untuk membaca krisis rasionalitas dalam masyarakat kontemporer. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan secara metodologis konsep dialektika Georg Wilhelm Friedrich Hegel dengan kritik nalar epistemologis Muhammad Abed Al-Jabiri, serta mengkaji relevansinya bagi analisis sosial. Kerangka berpikir penelitian ini memposisikan dialektika sebagai motor perubahan sejarah dan kritik atas turath (warisan intelektual) sebagai upaya dekonstruksi terhadap struktur nalar yang mapan. Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research). Data primer bersumber dari karya-karya orisinal kedua tokoh, khususnya pada eksplorasi Hegel mengenai kesadaran sejarah dan proyek Al-Jabiri mengenai kritik turath. Sementara itu, data sekunder diperoleh dari jurnal ilmiah dan literatur relevan mengenai pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif-filosofis, historis, dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialektika Hegel bekerja melalui kontradiksi internal menuju Roh Absolut, sedangkan Al-Jabiri melakukan kritik epistemologis terhadap turath dengan memetakan struktur nalar Arab-Islam ke dalam kategori bayani, irfani, dan burhani. Perbandingan keduanya mengungkap bahwa Hegel berfokus pada teleologi sejarah sebagai penggerak perubahan, sementara Al-Jabiri menekankan pada rekonstruksi nalar atas turath sebagai basis transformasi sosial-budaya. Sebagai simpulan, integrasi kedua pemikiran ini menawarkan paradigma analisis yang kritis untuk merespons problem krisis identitas dan stagnasi pemikiran pada masyarakat Muslim modern.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | TIDAK ADA LAMPIRAN |
| Uncontrolled Keywords: | AlJabiri; Analisis Sosial; Dialektika; Epistemologi; Hegel; Turath |
| Subjects: | Islam > Philosophy and Theory of Islam Aqaid (Aqidah, Akidah) dan Ilmu Kalam |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Aqidah Filsafat |
| Depositing User: | Asry Nur Fadillah |
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 03:42 |
| Last Modified: | 24 Jun 2026 03:44 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/133049 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



