Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah (SDSB): Perbedaan pandangan umat Islam di Indonesia 1988-1993

Negara, Teddiansyah Nata (2026) Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah (SDSB): Perbedaan pandangan umat Islam di Indonesia 1988-1993. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text
1_cover.pdf

Download (465kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2_abstrak.pdf

Download (728kB) | Preview
[img]
Preview
Text
LEMBAR PERNYATAAN TESIS Teddiansyah (1).pdf

Download (252kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3_daftarisi.pdf

Download (746kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4_bab1.pdf

Download (772kB) | Preview
[img] Text
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (692kB) | Request a copy
[img] Text
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (462kB) | Request a copy
[img] Text
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (948kB) | Request a copy
[img] Text
8_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (373kB) | Request a copy
[img] Text
9_bibliografi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (538kB) | Request a copy
[img] Text
Apendiks.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mengkaji kontroversi Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah (SDSB) di Indonesia pada 1988–1993, dengan fokus pada perbedaan pandangan umat Islam terhadap kebijakan negara Orde Baru yang memadukan narasi filantropi sosial dengan mekanisme undian berhadiah. Pertanyaan utama penelitian ini adalah mengapa SDSB melahirkan respons yang beragam di kalangan umat Islam, meskipun secara formal dilegitimasi negara sebagai instrumen legal untuk membiayai kesejahteraan sosial. Penelitian ini berada dalam kerangka sejarah sosial, kebijakan publik, dan studi Islam. Dengan menggunakan metode sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, penelitian ini menganalisis regulasi pemerintah, pemberitaan Majalah Tempo, fatwa MUI, kupon SDSB, dokumen visual, serta literatur sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDSB lahir dari strategi fiskal negara, tetapi berkembang menjadi arena kontestasi antara otoritas negara, otoritas keagamaan, dan ekonomi moral masyarakat bawah. MUI, Muhammadiyah, ulama, kiai, mahasiswa, dan masyarakat banyak menolak SDSB karena dinilai dekat dengan maisir, melemahkan etos kerja, memperbesar kerentanan ekonomi, serta menimbulkan keresahan sosial. Namun, tokoh seperti Ibrahim Hosen membelanya melalui argumentasi kemaslahatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa SDSB memperlihatkan fragmentasi pandangan umat Islam sekaligus krisis legitimasi moral negara Orde Baru akhir.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Ekonomi moral; maisir; Orde Baru; SDSB; umat Islam
Subjects: Indonesia
Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam
Econmics > Economic Situation and Conditions in Indonesia
History of Southeast Asia > History of Indonesia
History of Southeast Asia > Period 1970 -1999
Divisions: Pascasarjana Program Magister > Program Studi Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: Teddiansyah Nata Negara
Date Deposited: 30 Jun 2026 08:07
Last Modified: 30 Jun 2026 08:07
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/133104

Actions (login required)

View Item View Item