Fitria, Dela (2026) Analisis komparatif konsep penciptaan alam semesta dalam pemikiran Ibn Sina dan Fakhruddin Al-Razi: Kajian atas teori emanasi dan tafsir ayat-ayat penciptaan. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (45kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (25kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiarisme.pdf Download (227kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (93kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (76kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (105kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (35kB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (206kB) | Request a copy |
||
|
Text
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (46kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (86kB) | Request a copy |
Abstract
Dalam filsafat, pembahasan mengenai penciptaan alam semesta berkembang menjadi kajian ontologis yang berupaya menjelaskan asal-usul keberadaan dan hubungan antara Tuhan dengan alam. Gagasan ini telah muncul sejak filsafat Yunani, seperti dalam dialog Timaeus karya Plato yang menggambarkan alam semesta sebagai hasil keteraturan yang dibentuk berdasarkan dunia ide, serta Aristoteles yang menjelaskan keberadaan alam melalui konsep Penggerak Pertama (Prime Mover) sebagai sebab pertama yang menjadi sumber gerak dan keteraturan seluruh alam semesta. Pemikiran tersebut kemudian menjadi fondasi bagi perkembangan kosmologi dalam tradisi filsafat Islam. Meskipun sama-sama berangkat dari tradisi intelektual Islam, Ibn Sina dan Fakhruddin al-Razi memiliki pandangan yang berbeda mengenai penciptaan alam semesta, yang mencerminkan perbedaan antara pendekatan filosofis dan teologis. Ibn Sina menjelaskan asal-usul alam semesta melalui teori emanasi yang bertumpu pada penalaran metafisis dan prinsip kausalitas, sedangkan Al-Razi menekankan bahwa alam semesta tercipta karena kehendak dan kekuasaan Allah sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pandangan tentang konsep penciptaan alam semesta oleh Ibn Sina dan Al-Razi sehingga penulis berharap penelitian ini dapat menambah wawasan serta pengetahuan bagi para pembaca mengenai bagaimana asal-usul alam semesta. Adapun metode penelitian yang dipakai dalam skripsi ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, filosifi-historis, dan komparatif. Jenis penelitian ini bersifat non-empiris, dimana data primer yang merupakan karya-karya dari Ibn Sina dan Al-Razi dan data sekunder yang membahas tentang penciptaan alam semesta, bukan dari observasi lapangan ataupun eksperimen. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Ibn Sina dan Al-Razi saling melengkapi dalam menjelaskan proses bentuk alam semesta sebagai manifestasi dari kehendak Tuhan. Implikasi pada pemahaman Ibn Sina dan Al-Razi relevan bagi studi Islam kontemporer untuk menjawab tantangan sains modern seperti evolusi, dengan menawarkan sintesis holistic yang menjunjung tinggi superioritas Al-Qur’an sebagai sumber utama pengetahuan ontologis manusia.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | tidak ada lampiran |
| Uncontrolled Keywords: | Alam semesta; Al-Razi; Emanasi; Ibn Sina; Tafsir |
| Subjects: | Theory of Philosophy Cosmology > Philosopy of Life Islam > Islam and Philosophy Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Aqidah Filsafat |
| Depositing User: | Dela Fitria |
| Date Deposited: | 26 Jun 2026 03:02 |
| Last Modified: | 26 Jun 2026 03:02 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/133188 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



