Sintesis dan karakterisasi karbon aktif dari limbah kulit jengkol (Archidendron jiringa) sebagai adsorben ion logam kadmium(II)

Nandika, Nayla Marwah (2026) Sintesis dan karakterisasi karbon aktif dari limbah kulit jengkol (Archidendron jiringa) sebagai adsorben ion logam kadmium(II). Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text
1_cover (2).pdf

Download (188kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2_abstrak (2).pdf

Download (282kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3_SK bebas plagiarisme.pdf

Download (672kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4_daftar isi (2).pdf

Download (228kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5_bab1 (2).pdf

Download (283kB) | Preview
[img] Text
6_bab2 (2).pdf
Restricted to Registered users only

Download (623kB) | Request a copy
[img] Text
7_bab3 (2).pdf
Restricted to Registered users only

Download (373kB) | Request a copy
[img] Text
8_bab4 (2).pdf
Restricted to Registered users only

Download (916kB) | Request a copy
[img] Text
9_bab5 (2).pdf
Restricted to Registered users only

Download (210kB) | Request a copy
[img] Text
10_daftarpustaka (2).pdf
Restricted to Registered users only

Download (260kB) | Request a copy
[img] Text
11_lampiran (2).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (583kB) | Request a copy

Abstract

Adsorpsi merupakan metode yang efektif dalam mengurangi cemaran logam berat kadmium(II) di perairan. Kulit jengkol berpotensi menjadi adsorben karbon aktif yang efektif karena kaya akan kandungan selulosa, lignoselulosa, saponin, dan tanin. Untuk meningkatkan luas permukaan dan kapasitas adsorpsi, adsorben dari limbah kulit jengkol diaktivasi menggunakan NaOH. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi karbon aktif dari limbah kulit jengkol (Archidendron jiringa) sebagai adsorben ion logam kadmium(II). Potensi tersebut mencakup karakterisasi material, penentuan kondisi optimum menggunakan Box Behnken Design, dan penentuan model isoterm. Sintesis karbon aktif dilakukan dengan proses karbonisasi pada suhu 350°C dan aktivasi menggunakan NaOH 1M. Karakterisasi dilakukan menggunakan FTIR untuk mengidentifikasi gugus fungsi dan SEM untuk mengamati morfologi permukaan. FTIR menunjukkan keberhasilan sintesis dengan munculnya gugus -OH (3440,66 cm⁻¹), gugus eter -CO (1275,89 cm-1 ), gugus sulfonil S=O (1379,38 cm-1 ), gugus -CH alifatik (2930,20 cm-1 ) dan -CH aromatik (1437,50 cm-1 ). Karakterisasi SEM menunjukkan struktur permukaan yang lebih berpori membentuk rongga pori dengan kedalaman besar. Proses adsorpsi dilakukan menggunakan Box Behnken Design dengan memvariasikan massa adsorben, waktu kontak, dan konsentrasi awal ion logam kadmium(II). Kondisi optimum kapasitas adsorpsi pada 0,1 gram karbon aktif, waktu kontak 90 menit, dan konsentrasi awal ion logam kadmium(II) 100 mg/L sebesar 18,78 mg/g. Efisiensi adsorpsi optimum pada 0,3 gram karbon aktif, waktu kontak 90 menit dan konsentrasi 150 mg/L sebesar 99,78%. Data hasil adsorpsi sesuai dengan model Langmuir yang menunjukkan bahwa permukaan adsorben bersifat homogen dan proses adsorpsi berlangsung secara monolayer.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Economic of Land and Energy > Natural Resources and Energy, Environment
Inorganic Chemistry > Metals, Their Compounds and Mixtures
Ecology > Environmental Chemistry
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Kimia
Depositing User: Nayla Marwah Nandika
Date Deposited: 13 Jul 2026 08:21
Last Modified: 13 Jul 2026 08:21
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/133461

Actions (login required)

View Item View Item