Persepsi politik mahasiswa ilmu politik UIN Sunan Gunung Djati Bandung terhadap DPD RI Jawa Barat dalam konteks pemilu 2024

Ahmad Fazar, Maulana (2026) Persepsi politik mahasiswa ilmu politik UIN Sunan Gunung Djati Bandung terhadap DPD RI Jawa Barat dalam konteks pemilu 2024. Sarjana thesis, UIN Sunan Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
COVER (2).pdf

Download (201kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (200kB) | Preview
[img]
Preview
Text (PERNYATAAN BEBAS PLAGIASI)
PERNYATAAN BEBAS PLAGIARISME.pdf

Download (242kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI (1).pdf

Download (207kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
BAB I (1).pdf

Download (635kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
BAB II (1).pdf
Restricted to Registered users only

Download (419kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III (1).pdf
Restricted to Registered users only

Download (412kB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV (2).pdf
Restricted to Registered users only

Download (995kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V (1).pdf
Restricted to Registered users only

Download (220kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA (1).pdf
Restricted to Registered users only

Download (232kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN (1).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Pemilihan anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) merupakan bagian dari pelaksanaan demokrasi yang bertujuan mewujudkan representasi kepentingan daerah. Namun demikian, berbagai temuan menunjukkan masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap DPD RI. Kondisi tersebut diperkuat oleh tingginya suara tidak sah pada Pemilu DPD RI, hasil survei Paciba Research Centre (2018) yang menunjukkan sekitar 70% masyarakat Jawa Barat belum memahami fungsi dan kewenangan DPD RI, serta keterbatasan informasi mengenai calon anggota DPD RI. Fenomena serupa juga ditemukan pada mahasiswa Ilmu Politik UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Hasil pra-survei terhadap 30 mahasiswa menunjukkan bahwa 73,3% responden tidak mengetahui bahwa calon anggota DPD RI maju melalui jalur perseorangan, 63,3% tidak mengetahui calon anggota DPD RI Jawa Barat periode 2024–2029, 63,3% belum memahami perbedaan fungsi DPD RI dan DPR RI, 80% tidak tertarik mencari informasi mengenai calon anggota DPD RI sebelum pemilu, serta 73,3% menilai pemilihan anggota DPD RI kurang penting dalam memperjuangkan kepentingan daerah. Temuan tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara status mahasiswa sebagai pemilih terdidik dengan kualitas pemahaman politik terhadap DPD RI sehingga menjadi dasar dilaksanakannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi politik mahasiswa Ilmu Politik UIN Sunan Gunung Djati Bandung terhadap DPD RI Jawa Barat dalam konteks Pemilu 2024 serta menganalisis faktor-faktor yang membentuk persepsi tersebut. Penelitian ini menggunakan teori budaya politik Gabriel Almond dan Sidney Verba yang menjelaskan persepsi politik melalui dimensi kognitif, afektif, dan evaluatif, serta teori sosialisasi politik Rush dan Althoff untuk menganalisis faktor-faktor pembentuk persepsi melalui berbagai agen sosialisasi politik. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Penelitian kuantitatif menggunakan teknik sampling jenuh dengan jumlah responden 246 mahasiswa, sedangkan penelitian kualitatif menggunakan teknik purposive sampling terhadap 10 informan sebagai tahap konfirmasi. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan statistik deskriptif, sedangkan analisis kualitatif dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi politik mahasiswa Ilmu Politik UIN Sunan Gunung Djati Bandung terhadap DPD RI Jawa Barat dalam konteks Pemilu 2024 secara umum berada pada kategori tinggi, dengan distribusi persepsi terdiri atas 21,1% berkategori sangat tinggi, 69,5% tinggi, 7,7% sedang/cukup, 0,8% rendah, dan 0,8% sangat rendah. Berdasarkan teori Almond dan Verba, dimensi evaluatif memperoleh nilai rata-rata tertinggi sebesar 4,10 (tinggi), diikuti dimensi afektif sebesar 3,79 (tinggi), dan dimensi kognitif sebesar 3,77 (tinggi). Meskipun demikian, hasil konfirmasi terhadap 71 responden menunjukkan bahwa permasalahan utama masih terdapat pada dimensi kognitif, khususnya pada indikator pengetahuan mengenai calon anggota DPD RI Jawa Barat periode 2024–2029 yang hanya memperoleh nilai rata-rata 2,31 (rendah), pemahaman mengenai mekanisme pemilihan anggota DPD RI sebesar 2,73 (sedang/cukup), pemahaman mengenai kewenangan dan keterbatasan DPD RI sebesar 2,91 (sedang/cukup), serta pemahaman mengenai perbedaan fungsi DPD RI dan DPR/DPRD sebesar 3,12 (sedang/cukup). Sementara itu, indikator pemahaman mengenai fungsi DPD RI sebagai wakil kepentingan daerah memperoleh nilai tertinggi sebesar 3,40 (tinggi). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa persepsi politik mahasiswa dibentuk oleh berbagai agen sosialisasi politik, dengan media massa dan media sosial menjadi faktor yang paling dominan, sedangkan berdasarkan teori Rush dan Althoff proses pembentukan persepsi lebih banyak berlangsung melalui mekanisme imitasi dibandingkan instruksi dan motivasi. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa telah memiliki penilaian positif terhadap keberadaan DPD RI, namun pemahaman faktual mengenai kandidat, mekanisme pemilihan, serta kewenangan DPD RI masih perlu diperkuat.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Persepsi Politik; Sosialisasi Politik; DPD RI; Mahasiswa Ilmu Politik; Pemilu 2024
Subjects: Culture and Institutions > Political Institutions
Political dan Government Science > Political Situation and Condition in Indonesia
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Politik
Depositing User: Ahmad Fazar Maulana
Date Deposited: 02 Jul 2026 01:35
Last Modified: 02 Jul 2026 01:35
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/133516

Actions (login required)

View Item View Item