Hakim, Muhammad Renaldi Summy (2026) Perlindungan hukum terhadap pemain sepak bola tarkam atas praktik wanprestasi di hubungkan dengan pasal 1243 KUH Perdata. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1. cover.pdf Download (269kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2. abstrak.pdf Download (25kB) | Preview |
|
|
Text (PERNYATAAN)
3. pernyataan_reynaldi.pdf Download (94kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4. daftar isi.pdf Download (254kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
5. bab i.pdf Download (390kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
6. bab ii.pdf Restricted to Registered users only Download (296kB) |
||
|
Text (BAB III)
7. bab iii.pdf Restricted to Registered users only Download (146kB) |
||
|
Text (BAB IV)
8. bab iv.pdf Restricted to Registered users only Download (169kB) |
||
|
Text (BAB V)
9. bab v.pdf Restricted to Registered users only Download (28kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10. daftar pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (366kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh lemahnya perlindungan hukum dalam praktik hubungan kerja pada sepakbola tarkam, khususnya terkait pemenuhan hak pemain. Meskipun perjanjian antara pemain dan penyelenggara baik lisan maupun tertulis secara hukum tetap mengikat, dalam praktiknya sering terjadi wanprestasi berupa tidak dibayarkannya upah yang telah disepakati. Kondisi ini diperparah oleh posisi tawar pemain yang lemah, keterbatasan akses terhadap upaya hukum, serta adanya indikasi penyalahgunaan keadaan (misbruik van omstandigheden) oleh pihak yang memiliki keunggulan ekonomi maupun posisi. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji pelaksanaan perjanjian kerja dalam sepakbola tarkam, bentuk perlindungan hukum terhadap pemain, serta kendala yang dihadapi dalam penegakan hak-hak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perlindungan hukum Terhadap pemain sepakbola non professional atas praktik Wanprestasi dihubungkan dengan pasal 1243 Kuhperdata. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif analitis. Pendekatan yuridis dilakukan melalui kajian terhadap peraturan perundang-undangan, khususnya pasal 1243 KUHperdata tentang Wanprestasi, sedangkan pendekatan empiris dilakukan melalui observasi, wawancara dengan perwakilan Pemain Sepakbola Nonprofesional. Data yang digunakan berupa data kualitatif yang dianalisis secara sistematis untuk memperoleh gambaran yang objektif mengenai perlindungan hukum. Penelitian ini menggunakan dua landasan teori utama sebagai kerangka analisis dalam menjawab permasalahan yang dikaji. Teori Kepastian Hukum, yang menegaskan bahwa hukum harus bersifat jelas, tegas, konsisten, dan dapat diprediksi guna menciptakan ketertiban serta keadilan di masyarakat.Teori ini relevan digunakan sebagai dasar penilaian terhadap kejelasan pengaturan hak dan kewajiban para pihak, serta sebagai landasan bagi penegakan hak dan pemulihan kerugian apabila terjadi pelanggaran. Kedua, Teori Tanggung Jawab kontraktural (Contractual Liability), yang merujuk pada kewajiban ganti rugi yang timbul akibat salah satu pihak dalam perjanjian tidak memenuhi prestasinya. Berlandaskan Pasal 1247 dan 1248 KHUPerdata, teori ini digunakan untuk menganalisis tanggung jawab agen terhadap pemain sepakbola tarkam atas tidak terpenuhinya hak-hak pemain sebagaimana yang telah diperjanjian sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa hubungan antara pemain dan penyelenggara dalam sepakbola tarkam pada dasarnya merupakan suatu perikatan yang sah, meskipun sering dilakukan secara lisan. Namun, dalam praktiknya kerap terjadi wanprestasi berupa tidak dipenuhinya kewajiban pembayaran honor kepada pemain yang telah melaksanakan tugasnya. Berdasarkan ketentuan Pasal 1243 KUHPerdata, pihak yang dirugikan berhak menuntut ganti rugi atas kerugian yang timbul, baik yang bersifat materiil maupun immateriil. Meskipun demikian, lemahnya posisi pemain akibat minimnya bukti, rendahnya kesadaran hukum, budaya informal, serta keterbatasan akses terhadap lembaga peradilan menjadi kendala utama dalam penegakan hak tersebut. Oleh karena itu, diperlukan upaya preventif seperti peningkatan pemahaman hukum dan pembuatan perjanjian tertulis guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan yang lebih efektif bagi pemain sepakbola tarkam. Untuk menegakkan haknya, pemain dapat menempuh jalur litigasi melalui gugatan perdata guna memperoleh ganti rugi, atau jalur non-litigasi seperti mediasi dan negosiasi yang lebih cepat dan fleksibel.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perlindungan Hukum; Wanprestasi; Sepakbola tarkam; pasal 1243 KUhperdata |
| Subjects: | Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Muamalat, Muamalah/Hukum Perdata Islam Private Law Athletic and Outdoor Sports > Soccer |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Muhammad Reynaldi Summy Hakim |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 02:17 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 02:17 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/133617 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



