Maratib dalam Kutub as-Sittah: Studi Penilaian Abu al-Fadl Muhammad ibn Tahir al-Maqdisi dan Ibn al-Atsir al-Jazari

Anwari, Thoriq Aziz (2026) Maratib dalam Kutub as-Sittah: Studi Penilaian Abu al-Fadl Muhammad ibn Tahir al-Maqdisi dan Ibn al-Atsir al-Jazari. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text
1_cover.pdf

Download (249kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2_abstrak.pdf

Download (267kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3_skbebasplagiarism.pdf

Download (227kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4_daftarisi.pdf

Download (308kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5_bab1.pdf

Download (466kB) | Preview
[img] Text
6_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (392kB) | Request a copy
[img] Text
7_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (321kB) | Request a copy
[img] Text
8_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (856kB) | Request a copy
[img] Text
9_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (302kB) | Request a copy
[img] Text
10_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (332kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan pandangan ulama dalam menentukan maratib kitab hadis dalam Kutub as-Sittah, khususnya terkait penetapan kitab keenam yang menunjukkan adanya variasi kriteria dalam tradisi keilmuan hadis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pandangan Abu al-Fadl Muhammad ibn Tahir al-Maqdisi dan Ibn al-Atsir al-Jazari mengenai posisi dan tingkatan Kutub as-Sittah, serta mengidentifikasi persamaan, perbedaan, dan implikasi metodologis dari kedua tokoh tersebut. Kerangka berpikir penelitian ini berangkat dari konsep klasifikasi otoritas kitab hadis, di mana al-Maqdisi menekankan perluasan kanon melalui zawa’id, sedangkan Ibn al-Atsir menekankan kekuatan sanad dan dasar historis dalam penentuan kitab hadis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Sumber data primer bertumpu pada karya pokok kedua tokoh, yakni kitab Shurut al-A'immah as-Sittah karya al-Maqdisi dan kitab Jami' al-Ushul fi Ahadith al-Rasul karya Ibn al-Atsir. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dan disajikan melalui metode deskriptif-komparatif metodologi kedua tokoh tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Maqdisi membangun hierarki berbasis kualitas sanad dan kelengkapan riwayat dengan memasukkan Sunan Ibn Majah melalui konsep zawa’id. Sebaliknya, Ibn al-Atsir membangun hierarki berbasis otoritas historis dan fungsi istidlal dengan memilih al-Muwaththa’. Keduanya tetap menempatkan Sahihayn pada posisi tertinggi dalam struktur otoritas hadis.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Maratib; Kutub as-Sittah; al-Maqdisi; Ibn al-Atsir; Ilmu Hadis; Komparatif
Subjects: Al-Hadits dan yang Berkaitan
Al-Hadits dan yang Berkaitan > Dirayah/Ilmu tentang Keotentikan Hadits
Al-Hadits dan yang Berkaitan > Sejarah Pengumpulan, Penulisan dan Pembukuan Hadits
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Hadits
Depositing User: Thoriq Aziz Anwari
Date Deposited: 03 Jul 2026 02:54
Last Modified: 03 Jul 2026 02:54
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/133736

Actions (login required)

View Item View Item