Azkiya, Shabila Dina (2026) Pembingkaian pemberitaan kerusuhan demonstrasi penolakan kenaikan tunjangan DPR: analisis framing Robert N. Entman pada Tempo dan Kompas.id edisi 31 Agustus – 14 September 2025. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (227kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (227kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiarism.pdf Download (311kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (197kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (275kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (340kB) |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (207kB) |
||
|
Text
9_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (203kB) |
||
|
Text
10_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Aksi demonstrasi penolakan kenaikan tunjangan DPR pada 28 Agustus - 2 September 2025 berujung kerusuhan dan telah menyita perhatian masyarakat. Namun, setiap media massa memiliki cara yang berbeda dalam menyajikan realitas peristiwa tersebut kepada publik. Dalam kajian ilmu komunikasi, masyarakat pada dasarnya tidak menerima fakta di lapangan secara mentah, melainkan menerima realitas yang sudah dibentuk dan dikonstruksikan terlebih dahulu oleh media. Berdasarkan model analisis framing Robert N. Entman, perbedaan ini terjadi karena media selalu menyeleksi informasi dan menonjolkan sudut pandang tertentu, di mana pilihan tersebut sangat dipengaruhi oleh latar belakang serta kebijakan redaksional masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Tempo dan Kompas.id membingkai peristiwa kerusuhan demonstrasi melalui empat elemen pembingkaian Entman, yaitu mendefinisikan masalah (define problems), memperkirakan penyebab (diagnose causes), membuat penilaian moral (make moral judgments), dan menyarankan solusi (suggest remedies). Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing. Subjek penelitian terdiri atas 5 berita dari rubrik Laporan Utama Majalah Tempo edisi 14 September 2025 dan 6 berita dari Kompas.id edisi 31 Agustus–1 September 2025. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipan terhadap teks berita, yang kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tempo membingkai kerusuhan ini sebagai sebuah operasi terencana yang ditunggangi oleh oknum militer, secara eksplisit menunjuk keterlibatan anggota TNI sebagai penyebab utama, mengecam keras tindakan elite keamanan, serta mendesak adanya transparansi hukum. Di sisi lain, Kompas.id cenderung membingkai peristiwa tersebut sebagai dampak dari kerusakan sistem demokrasi dan arogansi pejabat negara, memberikan penilaian moral ganda dengan mengecam elite sekaligus menolak anarkisme massa, serta menyarankan solusi perbaikan kebijakan demi memulihkan stabilitas. Secara keseluruhan, terdapat perbedaan mekanisme pembingkaian yang berbeda antara kedua media. Tempo cenderung konfrontatif dengan fokus membongkar aktor di balik kerusuhan demonstrasi, sedangkan Kompas.id menggunakan pendekatan humanis yang berfokus pada akar masalah terjadinya kerusuhan guna mengupayakan rekonsiliasi dan menjaga stabilitas nasional.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Demonstrasi; Kerusuhan; Framing; Robert N. Entman; Tempo; Kompas.id |
| Subjects: | Journalism and Newspapers in Indonesia |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Jurnalistik |
| Depositing User: | Shabila Dina Azkiya |
| Date Deposited: | 06 Jul 2026 03:30 |
| Last Modified: | 07 Jul 2026 04:03 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/133867 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



