Suhansa, Sekar Arum (2026) Dakwah berbasis tradisi: Studi Etnografi pada Tradisi Ruwat Bumi di Desa Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal Jawa Tengah. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
COVER .pdf Download (172kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (232kB) | Preview |
|
|
Text (KETERANGAN BEBAS PLAGIARISM)
Ket Plagiarisme.pdf Download (87kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
Daftar isi .pdf Download (212kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB 1.pdf Download (343kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (482kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (846kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (183kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (249kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (596kB) |
Abstract
Tradisi Ruwat Bumi di Desa Guci adalah ritual tahunan yang diwariskan secara turun-temuru sebagai wujud syukur atas kemakmuran alam dan permohonan keselamatan desa, yang dilaksanakan setiap 1 Muharram. Di tengah perkembangan pariwisata yang pesat, terdapat kecenderungan pergeseran makna ritual di kalangan generasi muda dari dimensi spiritual menuju dimensi hiburan semata. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi situasi tutur, mengkaji peristiwa tutur, serta menganalisis tindak tutur dalam Tradisi Ruwat Bumi sebagai representasi media dakwah kultural atau dakwah berbasis tradisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi dan berlandaskan pada teori Etnografi Komunikasi Dell Hymes yang mencakup tiga konsep utama, yaitu situasi tutur (speech situation), peristiwa tutur (speech event), dan tindak tutur (speech act). Data diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan tiga informan, yakni kepala desa selaku panitia, ketua adat, dan warga aktif peserta ritual, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa: (1) situasi tutur terbentuk dari pemilihan lokasi sakral yang bernilai historis-spiritual, penetapan waktu pada 1 Suro sebagai perpaduan kalender Jawa dan Islam, suasana ritual yang khidmat, serta identitas adat Reksawarna sebagai fondasi pelestarian tradisi, (2) peristiwa tutur tampak pada norma prosesi yang berfungsi menjaga kesakralan, tujuan komunikasi kolektif berupa harapan keselamatan dan keharmonisan, serta interaksi sosial yang mempererat hubungan antarwarga, (3) tindak tutur terwujud melalui simbol dan gerakan ritual seperti prosesi nyiwer, gunungan hasil bumi, dan ngelarung, yang mengandung pesan syukur, sedekah, dan penghormatan terhadap alam. Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa Tradisi Ruwat Bumi terbukti merupakan media dakwah kultural yang hidup, didalamnya mengandung nilai-nilai Islam ke dalam bingkai budaya lokal secara organik dan lintas generasi.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Dakwah Kultural; Tradisi Ruwat Bumi; Etnografi Komunikasi; , Speech Situation; Speech Event; Speech Act |
| Subjects: | Customs of People Customs and Personal Appearance Customs of Life Cycle and Domestic Life |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Sekar Arum Suhansa |
| Date Deposited: | 08 Jul 2026 01:42 |
| Last Modified: | 08 Jul 2026 01:42 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/134119 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



