Derti, Rara (2026) Tinjauan konstitusional terhadap kelayakan artis menjadi anggota dewan perwakilan rakyat (DPR) dalam perspektif siyasah dusturiyah. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_cover.pdf Download (162kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf Download (198kB) | Preview |
|
|
Text (SK BEBAS PLAGIARISME)
3_skbebasplagiarisme.pdf Download (237kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_daftar isi.pdf Download (188kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
5_bab1.pdf Download (472kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (368kB) |
||
|
Text (BAB III)
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (253kB) |
||
|
Text (BAB IV)
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (547kB) |
||
|
Text (BAB V)
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (234kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (280kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
11_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Fenomena meningkatnya keterlibatan artis sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menjadi salah satu dinamika dalam praktik demokrasi di Indonesia. Meskipun setiap warga negara memiliki hak konstitusional yang sama untuk dipilih sebagai anggota DPR tanpa membedakan latar belakang profesi, dalam praktiknya masih ditemukan anggota DPR yang belum mampu menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan secara efektif. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai mekanisme seleksi calon anggota DPR serta implikasi konstitusional yang ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme seleksi calon anggota DPR berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2023, implikasi konstitusional bagi anggota DPR yang tidak menjalankan fungsinya secara efektif, serta tinjauan siyasah dusturiyah terhadap kedua aspek tersebut. Penelitian ini menggunakan teori rekrutmen politik, teori sistem politik (David Easton), dan teori siyasah dusturiyah yang berlandaskan prinsip amanah, kafa'ah, syūrā, dan maṣlaḥah. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan metode deskriptif analisis. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif yang diperoleh melalui studi kepustakaan (library research) dan wawancara. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) mekanisme seleksi calon anggota DPR dilakukan melalui rekrutmen internal partai politik, sedangkan KPU hanya melakukan verifikasi administratif terhadap persyaratan calon; (2) ketidakefektifan anggota DPR dalam menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan berdampak pada melemahnya pelaksanaan fungsi konstitusional DPR, menurunnya kualitas representasi rakyat, serta berkurangnya efektivitas mekanisme checks and balances dalam sistem ketatanegaraan; dan (3) dalam perspektif siyasah dusturiyah, mekanisme seleksi calon anggota DPR dari kalangan artis diperbolehkan selama memenuhi prinsip amanah dan kafa'ah, sehingga partai politik perlu mengutamakan integritas dan kompetensi dalam proses rekrutmen. Ketidakefektifan anggota DPR dalam menjalankan fungsi konstitusional menunjukkan belum terpenuhinya prinsip amanah dan kafa'ah, sehingga tidak sejalan dengan tujuan siyasah dusturiyah untuk mewujudkan kemaslahatan umum.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Mekanisme Seleksi DPR; Kelayakan Artis; Siyasah Dusturiyah |
| Subjects: | Political Process Constitutional and Administrative Law Constitutional and Administrative Law > Election Law |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Hukum Ketatanegaraan dan Politik Islam (Siyasah) |
| Depositing User: | Rara Derti |
| Date Deposited: | 08 Jul 2026 02:31 |
| Last Modified: | 08 Jul 2026 02:31 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/134135 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



