Fauziah, Ripsa (2026) Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui objek wisata religi : Asset Based Community Development Kampung Adat Mahmud Desa Mekar Rahayu. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_COVER.pdf Download (269kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_ABSTRAK.pdf Download (218kB) | Preview |
|
|
Text (PLAGIARISME)
3_PLAGIARISME.pdf Download (648kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_DAFTAR ISI.pdf Download (203kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
5_BAB I.pdf Download (353kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
6_BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (495kB) |
||
|
Text (BAB III)
7_BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (861kB) |
||
|
Text (BAB IV)
8_BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (240kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (297kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
10_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Kampung Adat Mahmud yang terletak di RW 04 Desa Mekar Rahayu, Kabupaten Bandung, merupakan objek wisata religi yang memiliki nilai spiritual, sejarah, dan budaya yang kuat. Keberadaan makam leluhur Syekh Abdul Manaf (Eyang Dalem Mahmud) sebagai penyebar Islam pertama di Priangan menjadikan kampung ini sebagai tujuan ziarah yang ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah. Potensi tersebut secara organik mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi warga tanpa intervensi program dari luar, sehingga menarik untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui wisata religi berbasis pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) di Kampung Adat Mahmud, serta menganalisis tujuan pemberdayaan tersebut. Teori dalam penelitian ini berlandaskan pada teori pemberdayaan menurut Suharto (2005) yang memandang pemberdayaan sebagai proses dan tujuan, di mana masyarakat bergerak dari kondisi tidak berdaya menuju kondisi yang mampu mengelola sumber daya, memenuhi kebutuhan, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial. Ketercapaian pemberdayaan dianalisis melalui tiga dimensi keberdayaan Kieffer (2008) yang dikutip oleh Suharto (2005) yaitu kompetensi kerakyatan, kemampuan sosiopolitik, dan kompetensi partisipatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Pengumpulan data dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD), wawancara mendalam, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemberdayaan ekonomi di Kampung Adat Mahmud telah berlangsung secara organik dan tumbuh dari kesadaran kolektif warga dalam memanfaatkan potensi wisata religi yang dimiliki. Dari sisi tujuan pemberdayaan, warga telah menunjukkan ketercapaian tiga dimensi keberdayaan yaitu kompetensi kerakyatan, kemampuan sosiopolitik, dan kompetensi partisipatif, yang berdampak nyata pada peningkatan kondisi ekonomi warga yang tercermin dari perubahan pendapatan, terpenuhinya kebutuhan dasar, dan tumbuhnya kemandirian ekonomi, meskipun manfaatnya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan warga.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pemberdayaan Ekonomi; Wisata Religi; Asset Based Community Development; Kampung Adat Mahmud; |
| Subjects: | Sociology and Anthropology, Society |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam |
| Depositing User: | Ripsa Fauziah |
| Date Deposited: | 09 Jul 2026 03:48 |
| Last Modified: | 09 Jul 2026 03:48 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/134347 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



