Kurnia, Rakan (2026) Studi tematik fenomena cancel culture dalam praktik ghibah dan tajassus perspektif hadis di era modern. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
COVER-Digilab_RakanAzkaKurnia-1221060083.pdf Download (196kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
Abstrak-Digilab_RakanAzkaKurnia-1221060083.pdf Download (415kB) | Preview |
|
|
Text (Keterangan Bebas Plagiasi)
Bebas Plagiasi_Rakan Azka Kurnia - Surat Keterangan Lulus Cek Plagiarisme.pdf Download (227kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
Daftar Isi_Digilab_RakanAzkaKurnia-1221060083.pdf Download (777kB) | Preview |
|
|
Text (BAB 1)
BAB I_Digilab_RakanAzkaKurnia-1221060083.pdf Download (812kB) | Preview |
|
|
Text (BAB 2)
BAB II _Digilab_RakanAzkaKurnia-1221060083.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB 3)
BAB III_Digilab_RakanAzkaKurnia-1221060083.pdf Restricted to Registered users only Download (444kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB 4)
BAB IV_Digilab_RakanAzkaKurnia-1221060083.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB 5)
BAB V _Digilab_RakanAzkaKurnia-1221060083.pdf Restricted to Registered users only Download (440kB) | Request a copy |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA_Digilab_RakanAzkaKurnia-1221060083.pdf Restricted to Registered users only Download (429kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena Cancel Culture di media sosial yang dalam praktiknya sering disertai penghakiman publik, penyebaran aib, serta pencarian dan pengungkapan kesalahan seseorang secara terbuka. Fenomena tersebut menunjukkan adanya kesamaan karakteristik dengan praktik ghibah dan Tajassus yang dilarang dalam ajaran Islam, karena sama-sama berpotensi merusak kehormatan, privasi, dan hubungan sosial antarindividu. Permasalahan penelitian ini meliputi: bagaimana konsep ghibah dan Tajassus dalam hadis, bagaimana kualitas dan kandungan syarah hadis-hadis tentang ghibah dan Tajassus, serta bagaimana fenomena Cancel Culture dapat dikategorikan sebagai praktik ghibah dan Tajassus di era modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep ghibah dan Tajassus dalam hadis, menganalisis kualitas dan kandungan syarah hadis terkait, serta memahami fenomena Cancel Culture dalam perspektif hadis. Kerangka berpikir penelitian ini didasarkan pada pandangan bahwa Cancel Culture merupakan bentuk komunikasi digital yang sering mengandung unsur membicarakan keburukan orang lain, membuka aib, dan mencari-cari kesalahan yang sejalan dengan konsep ghibah dan Tajassus dalam hadis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi hadis tematik. Data diperoleh melalui studi pustaka dengan teknik takhrij hadis, analisis sanad, matan, dan syarah hadis-hadis yang berkaitan dengan ghibah dan Tajassus. Pada penelitian ini terdapat 6 hadis yang mencangkup pembahasan tentang ghibah dan Tajassus , yang 5 hadis diantaranya ( HR.Musnad Ahmad : 15012 , HR. Sunan Tirmidzi : 1931, HR. Shahih Bukhari : 5143, HR. Musnad Ahmad : 15012, HR. Sunan Tirmidzi : 4888 ) memiliki kualitas hasan , dan 1 hadis ( HR. Shahih Muslim : 2589) memiliki kualitas shahih. Kemudian pada Hadis-hadis yang dibawa dalam penelitian ini menunjukkan bahwa ghibah merupakan perbuatan menyebut saudara dengan sesuatu yang ia benci, yang tentunya jika dilakukan berdampak kepada kerusakan moral dan hubungan antar individu dalam masyarakat, padahal sesama individu seharusnya saling membela kehormatan dan mencegah perbuatan ghibah. Selain itu Hadis lain menjelaskan bahwa perilaku seperti Prasangka buruk dilarang karena seringkali menjadi pintu awal munculnya Tajassus, seseorang yang telah berprasangka akan terdorong untuk membuktikan prasangkanya dengan cara menyelidiki aib atau kesalahan orang lain, yang berdampak pada hilangnya rasa malu dari orang yang melakukan aib tersebut. Berdasarkan analisis terhadap hadis-hadis tersebut, fenomena Cancel Culture pada umumnya memiliki unsur ghibah dan Tajassus, karena sering diawali dengan pencarian kesalahan atau aib seseorang (Tajassus), kemudian dilanjutkan dengan penyebaran, pembicaraan, serta penghakiman publik atas kesalahan tersebut (ghibah). Akibatnya, praktik ini berpotensi merusak kehormatan, privasi, dan hubungan sosial, sehingga bertentangan dengan nilai-nilai etika sosial yang diajarkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukan bahwasanya konsep ghibah dan Tajassus dalam hadis merupakan perilaku yang dilarang karena berkaitan dengan pelanggaran terhadap kehormatan, privasi, dan keharmonisan hubungan sosial antarindividu. Fenomena Cancel Culture di era modern dapat dikategorikan sebagai praktik yang memiliki keterkaitan dengan ghibah dan Tajassus apabila dilakukan melalui penyebaran aib, pencarian kesalahan, penghakiman publik, serta penyebaran informasi tanpa tabayyun yang jelas.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Cancel Culture; Ghibah; Hadis; Tajassus |
| Subjects: | Islam Islam > Hadith |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Hadits |
| Depositing User: | Rakan Azka Kurnia |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 03:14 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 03:14 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/134402 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



