Nafi, Hisyam (2026) Analisis ayat-ayat Al-Qur'an tentang ikhlas dalam berinfaq: Teori Hermeneutika Fazlurrahman. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
Cover.pdf Download (101kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf Download (138kB) | Preview |
|
|
Text (KETERANGAN BEBAS PLAGIARISM)
Bebas Plagiasi.pdf Download (229kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
Daftar Isi.pdf Download (260kB) | Preview |
|
|
Text (BAB 1)
Bab 1.pdf Download (475kB) | Preview |
|
|
Text (BAB 2)
Bab 2.pdf Restricted to Registered users only Download (634kB) |
||
|
Text (BAB 3)
Bab 3.pdf Restricted to Registered users only Download (298kB) |
||
|
Text (BAB 4)
Bab 4.pdf Restricted to Registered users only Download (735kB) |
||
|
Text (BAB 5)
Bab 5.pdf Restricted to Registered users only Download (252kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (350kB) |
Abstract
Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Penelitian ini berangkat dari fenomena paradoksal dalam filantropi Islam modern, di mana besarnya potensi infaq tidak berbanding lurus dengan kualitas spiritualitas penderma. Praktik filantropi digital sering kali terjebak dalam budaya virtue signaling dan personal branding yang mengaburkan esensi ikhlas. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kembali kerangka etika infaq berbasis ikhlas dengan menggunakan metode hermeneutika Double Movement Fazlur Rahman agar pesan Al-Qur'an dapat menjawab tantangan moral kontemporer. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat kualitatif-deskriptif dengan menggunakan teknik analisis hermeneutik. Data dikumpulkan dari ayat-ayat Al-Qur'an terkait infaq (seperti QS. Al-Baqarah: 262, 264, 265, 267, 271, 272; QS. Al-Insan: 9; dan QS. Al-Lail: 18–21) serta literatur pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui Gerakan Pertama (Movement 1), ditemukan nilai ideal moral bahwa ikhlas adalah pemurnian motivasi yang menjadikan Allah sebagai sentrum tunggal, menuntut penghormatan terhadap martabat penerima, serta menolak segala bentuk instrumentalisasi amal demi kepentingan pribadi. Melalui Gerakan Kedua (Movement 2), nilai-nilai tersebut dikontekstualisasikan untuk merespons realitas modern, yakni dengan menggeser orientasi filantropi dari pencitraan menuju pengabdian, mempraktikkan bantuan yang tidak transaksional, serta memastikan filantropi menjadi instrumen pemberdayaan yang bermartabat. Kesimpulannya, ikhlas dalam berinfaq di era digital harus dimanifestasikan melalui kejujuran niat yang tidak bergantung pada validasi publik, serta tata cara pemberian yang menjaga privasi dan kemandirian penerima sebagai bentuk nyata dari pengabdian kepada Allah SWT.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ikhlas; Infaq; Hermeneutika Fazlur Rahman |
| Subjects: | Islam |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Hisyam Nafi |
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 09:06 |
| Last Modified: | 27 Jul 2026 09:06 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/135022 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



