Fadilah, Rifa Nur (2026) Self-Branding dalam pembentukan Identitas Digital : Kajian pada Perempuan Generasi Z di Instagram. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (222kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (398kB) | Preview |
|
|
Text
Halaman Pernyataan Bebas Plagiasi (Rifa Nur Fadilah).pdf Download (376kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (215kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (215kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (358kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (505kB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (190kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (420kB) | Request a copy |
||
|
Text
11_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (844kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh digitalisasi dan media sosial mendorong individu membangun identitas di ruang digital. Perempuan Generasi Z menggunakan Instagram sebagai arena self-branding, namun identitas digital yang ditampilkan sering tidak sepenuhnya mencerminkan diri mereka yang sebenarnya karena disesuaikan dengan norma dan ekspektasi audiens di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara perempuan Generasi Z membangun self-branding di Instagram, keterkaitan self-branding dengan pembentukan identitas digital, serta faktor-faktor yang mendorong perempuan Generasi Z melakukan self-branding di Instagram. Penelitian ini menggunakan Teori Konstruksi Sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Teori ini menjelaskan realitas sosial terbentuk melalui tiga tahapan: eksternalisasi (mengekspresikan diri melalui unggahan), objektivasi (mendapat pengakuan sosial berupa likes dan komentar), dan internalisasi (nilai digital diserap sebagai bagian dari identitas pribadi). Identitas digital merupakan produk dari interaksi sosial yang dinamis antara individu dan masyarakat digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi digital. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dokumentasi, dan analisis konten terhadap 5 informan perempuan Generasi Z usia 17–25 tahun dengan tiga informan kunci: AAW, KMG, dan NAS. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan perempuan Generasi Z membangun self-branding melalui pengelolaan konten terencana yaitu penentuan tema, konsistensi visual, penjadwalan unggahan, dan evaluasi konten berkelanjutan. Self-branding terbukti berkaitan erat dengan pembentukan identitas digital yang bersifat dinamis. Melalui teori konstruksi sosial atas realitas menurut Peter L Berger dan Thomas Luckmann, proses ini berlangsung dalam tahap eksternalisasi ketika informan mengunggah konten sebagai ekspresi diri, objektivasi ketika konten memperoleh pengakuan sosial berupa likes dan komentar, serta internalisasi ketika umpan balik audiens diserap kembali membentuk kesadaran dan identitas pribadi. Faktor pendorongnya meliputi keinginan mengontrol kesan publik, ekspresi identitas dan kompetensi, pencarian pengakuan sosial, serta perluasan peluang karier.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Self-Branding; Identitas Digital; Generasi Z |
| Subjects: | Social Interaction, Interpersonal Relations Education > Sociology of Education |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi |
| Depositing User: | Rifa Nur Fadilah |
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 07:29 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 07:29 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/135159 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



