Syifa, Nadiya Nur (2026) Mekanisme pertahanan diri dalam menghadapi Emotional Neglect: Studi kasus pada mahasiswa dari keluarga dengan pola asuh otoriter. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (104kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (200kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiarism.pdf Download (194kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (216kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (266kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (404kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (414kB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (423kB) | Request a copy |
||
|
Text
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (401kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (244kB) | Request a copy |
||
|
Text
11_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (947kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mekanisme pertahanan diri mahasiswa yang mengalami emotional neglect dalam keluarga dengan pola asuh otoriter. Pola asuh otoriter yang menekankan kontrol tinggi dan minimnya kehangatan emosional berpotensi memunculkan kondisi emotional neglect yang berdampak pada perkembangan psikologis individu hingga dewasa muda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah seorang mahasiswa berusia 25 tahun yang dibesarkan dalam keluarga dengan pola asuh otoriter, disertai satu informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam sebanyak dua kali dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mengalami emotional neglect yang bersifat kronik, ditandai oleh minimnya respons emosional orang tua, tidak adanya validasi perasaan, dan terbatasnya komunikasi bermakna dalam keluarga. Sebagai bentuk adaptasi, subjek mengembangkan tujuh mekanisme pertahanan diri, yaitu represi, supresi, displacement, sublimasi, isolasi, rasionalisasi, dan proyeksi. Mekanisme-mekanisme ini bekerja secara kohesif sebagai sistem perlindungan psikologis. Faktor pembentuknya meliputi pola pengasuhan otoriter, latar budaya militer, nilai agama, serta pengalaman interpersonal. Simpulan penelitian menegaskan bahwa emotional neglect dalam pola asuh otoriter berkontribusi signifikan terhadap pembentukan mekanisme pertahanan diri yang bersifat defensif dan protektif pada mahasiswa dewasa muda.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Mekanisme Pertahanan Diri; Emotional Neglect; Pola Asuh Otoriter |
| Subjects: | Differential and Developmental Psychology > Child Psychology Differential and Developmental Psychology > Psychology of Adults |
| Divisions: | Fakultas Psikologi > Program Studi Psikologi |
| Depositing User: | Nadiya Nur Syifa |
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 02:03 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 02:03 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/135590 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



