Nurkomala, Siti (2026) Family empowerment melalui komunitas perempuan kepala keluarga (PEKKA) transformasi perempuan menuju kemandirian hidup: Community-Based Participatory Research di Telagasari Kabupaten Karawang. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
COVER.pdf Download (122kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (90kB) | Preview |
|
|
Text (PLAGIARISME)
PLAGIARISME.pdf Download (287kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf Download (181kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (243kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (283kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (277kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (104kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (164kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Kecamatan Telagasari memiliki kerentanan sosial berupa tingginya angka perempuan kepala keluarga yang mengalami marjinalisasi ganda, baik dari aspek kemiskinan ekonomi domestik maupun stigma sosial budaya negatif di masyarakat desa. Kondisi ini menuntut adanya intervensi penguatan keluarga (family empowerment) berbasis komunitas lokal guna memulihkan hak dasar, martabat, dan kedaulatan hidup kaum perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis proses, capaian tujuan, serta dampak nyata yang dilakukan oleh Komunitas PEKKA Telagasari dalam merancang program pemberdayaan keluarga yang partisipatif, mengoptimalkan potensi lokal anggota, hingga berhasil mewujudkan transformasi identitas perempuan menuju kemandirian hidup yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan Grand Theory Pemberdayaan Masyarakat yang dikemukakan oleh Edi Suharto (2005), yang memandang konsep pemberdayaan dari dua dimensi utama, yaitu sebagai proses dan sebagai tujuan. Sebagai proses, pemberdayaan diwujudkan melalui serangkaian tindakan partisipatif untuk meningkatkan kapasitas atau kemampuan masyarakat, sedangkan sebagai tujuan, pemberdayaan diarahkan untuk mencapai suatu keadaan di mana kelompok marginal memperoleh kemandirian, otonomi, dan keadilan sosial. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR) yang menempatkan warga sebagai subjek aktif penelitian. Teknik pengumpulan data di lapangan dilakukan secara partisipatif melalui empat tahapan sistematis, meliputi persiapan lapangan, penggalian potensi internal, inkubasi kapasitas lewat Akademi Paradigta, serta aksi nyata dan evaluasi bersama. Hasil penelitian menunjukkan Komunitas PEKKA berhasil melakukan pemberdayaan keluarga menuju kemandirian hidup, hal ini ditunjukkan melalui pembebasan jeratan rentenir, kepemilikan tabungan kelompok, dan diversifikasi usaha kreatif olahan belimbing wuluh. Selain itu, program berhasil merekonstruksi status sosial janda lemah menjadi perempuan tangguh, serta membangun otonomi partisipatif anggota yang berani bersuara dan memperjuangkan anggaran kemiskinan pada forum Musrenbangdes di Balai Desa.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Family Empowerment; Komunitas PEKKA; Transformasi Perempuan; Kemandirian Hidup; CBPR |
| Subjects: | Culture and Institutions > Family Communities Social Welfare, Problems and Services > Problems and Services to Women |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam |
| Depositing User: | Siti Nurkomala |
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 06:32 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 06:32 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/135643 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



