Hasanah, Sabila Nur (2026) Pemberdayaan masyarakat berbasis kebudayaan: Asset-Based Community Development di Udjo Ecoland Kampung Cijaringao Desa Cimenyan. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
COVER.pdf Download (156kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (184kB) | Preview |
|
|
Text (PLAGIARISME)
Cek Plagiarisme.pdf Download (177kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf Download (201kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (456kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (397kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (414kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (235kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (246kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Pelestarian budaya lokal di wilayah pinggiran perkotaan menghadapi tantangan serius akibat arus globalisasi, urbanisasi, dan melemahnya regenerasi budaya di kalangan generasi muda. Udjo Ecoland yang berlokasi di Kampung Cijaringao, Desa Cimenyan, Kabupaten Bandung, merupakan kawasan agrowisata berbasis komunitas yang mengintegrasikan pelestarian budaya Sunda dengan pemberdayaan masyarakat, khususnya kelompok Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pemungkinan dan penguatan, bentuk perlindungan dan penyokongan, serta pemeliharaan hasil pemberdayaan dalam meningkatkan kemandirian dan ketahanan sosial-ekonomi masyarakat Udjo Ecoland. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada konsep pemberdayaan masyarakat menurut Edi Suharto yang menekankan lima dimensi pemberdayaan (pemungkinan, penguatan, perlindungan, penyokongan, dan pemeliharaan) sebagai proses peningkatan kapasitas masyarakat menuju kemandirian. Pendekatan ini diperkuat dengan konsep Asset-Based Community Development (ABCD) yang dikembangkan oleh Kretzmann dan McKnight yang berfokus pada pemanfaatan aset lokal sebagai fondasi pembangunan masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), yang menekankan pada pengenalan dan pengembangan aset komunitas sebagai fondasi pemberdayaan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi, serta Focus Group Discussion (FGD). Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan berlangsung melalui optimalisasi aset budaya Sunda, lingkungan alam, dan keterampilan lokal secara terintegrasi. Perlindungan ekologis dan budaya dilakukan berbasis kesadaran komunitas, sementara kemandirian ekonomi warga terwujud melalui regenerasi pelatihan dan fasilitasi akses pasar digital yang berkelanjutan. Pemberdayaan berbasis budaya Sunda terbukti mampu meningkatkan kapasitas ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya dan ketahanan sosial komunitas secara berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pemberdayaan Masyarakat; Kebudayaan Sunda; Asset-Based Community Development; Agrowisata; Ketahanan Sosial-Ekonomi |
| Subjects: | Sociology and Anthropology, Society Social Interaction, Interpersonal Relations Culture and Institutions Culture and Institutions > Specific Aspect of Culture Social Welfare, Problems and Services > Historical, Geographic, Person Treatment of Social Welfare Customs of People |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam |
| Depositing User: | Sabila Nur Hasanah |
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 03:53 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 03:53 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/135644 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



