Konseling individu dalam mengurangi kenakalan siswa akibat perceraian orang tua: Penelitian terhadap siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Banjaran

Budhiman, Alvira Septia (2026) Konseling individu dalam mengurangi kenakalan siswa akibat perceraian orang tua: Penelitian terhadap siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Banjaran. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
01_cover.pdf

Download (107kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
02_abstrak.pdf

Download (119kB) | Preview
[img]
Preview
Text (KETERANGAN BEBAS PLAGIARISME)
03_keterangan bebas plagiarisme (1).pdf

Download (692kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
04_daftar isi.pdf

Download (106kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
05_bab 1.pdf

Download (424kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
06_bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (257kB)
[img] Text (BAB III)
07_bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (227kB)
[img] Text (BAB IV)
08_bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (88kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
09_daftar pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (109kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
10_lampiran (1).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Perceraian orang tua dapat berdampak pada kondisi emosional dan perilaku siswa. Kondisi tersebut dapat memunculkan berbagai bentuk kenakalan, seperti membolos, melanggar tata tertib sekolah, sulit mengontrol emosi, dan menurunnya motivasi belajar. Oleh karena itu, layanan konseling individu diperlukan untuk membantu mengurangi kenakalan siswa. Penelitian ini difokuskan pada kondisi siswa akibat perceraian orang tua, proses konseling individu, dan hasil layanan konseling individu dalam mengurangi kenakalan siswa di SMAN 1 Banjaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi siswa yang mengalami perceraian orang tua, mendeskripsikan proses pelaksanaan konseling individu, serta mengetahui hasil layanan konseling individu terhadap perubahan perilaku siswa. Penelitian ini menggunakan teori konseling individu menurut Sofyan S. Willis, teori kenakalan remaja menurut Kartini Kartono, dan teori perceraian menurut Dagun sebagai landasan dalam menganalisis kondisi siswa, proses konseling individu, dan hasil layanan konseling dalam mengurangi kenakalan siswa akibat perceraian orang tua. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan paradigma konstruktivisme. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru bimbingan dan konseling, wali kelas, dan siswa yang mengalami perceraian orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian orang tua berdampak pada kondisi emosional dan sosial siswa sehingga memunculkan perilaku kenakalan. Proses konseling individu dilakukan melalui tahap pendekatan awal, identifikasi masalah, diagnosis, intervensi, evaluasi, dan tindak lanjut. Hasil konseling menunjukkan adanya penurunan perilaku kenakalan, peningkatan kemampuan mengontrol emosi, tumbuhnya rasa percaya diri, serta kemampuan menyesuaikan diri secara lebih positif di lingkungan sekolah maupun keluarga. Dengan demikian, konseling individu berperan dalam membantu mengurangi kenakalan siswa akibat perceraian orang tua.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Konseling Individu; Kenakalan Siswa; Perceraian Orang Tua
Subjects: Educational Institutions, Schools and Their Activities > Student Guidance and Counseling
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Bimbingan Konseling Islam
Depositing User: Alvira Septia Budhiman
Date Deposited: 15 Jul 2026 03:35
Last Modified: 15 Jul 2026 03:35
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/135670

Actions (login required)

View Item View Item