Ravaiyori, Kasyfillah (2026) Pemberitaan kematian affan kurniawan dalam aksi demonstrasi agustus 2025 di Detik.com: Analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk pada media daring detik.com edisi Agustus 2025. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (163kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (270kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiarism.pdf Download (465kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (222kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (362kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (404kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (8MB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (180kB) | Request a copy |
||
|
Text
9_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (184kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Kematian Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang dilindas kendaraan taktis Brimob saat aksi demonstrasi pada 28 Agustus 2025, memicu perhatian luas dari masyarakat. Peristiwa tersebut menimbulkan berbagai respons yang kemudian menjadi sorotan media massa, termasuk media daring yang memiliki peran dalam membentuk opini publik melalui cara pemberitaan disusun dan disajikan, terutama terkait isu kekerasan aparat, akuntabilitas institusi negara, dan perlindungan warga sipil dalam situasi demonstrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi pemberitaan kematian Affan Kurniawan dalam aksi demonstrasi Agustus 2025 di Detik.com melalui dimensi struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk. Data penelitian berupa 10 berita yang terbit pada 29–31 Agustus 2025. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis untuk mengungkap konstruksi makna yang dibangun media terhadap peristiwa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi struktur teks, Detik.com mengonstruksi kematian Affan Kurniawan sebagai isu kemanusiaan dan pertanggungjawaban aparat negara melalui pemilihan topik, penyusunan informasi, serta penggunaan unsur kebahasaan tertentu. Pada dimensi kognisi sosial ditemukan dua kecenderungan utama, yaitu Affan Kurniawan direpresentasikan sebagai korban sipil yang layak memperoleh keadilan, sedangkan aparat kepolisian direpresentasikan sebagai institusi yang sedang menjalankan proses pertanggungjawaban. Pada dimensi konteks sosial, pemberitaan menunjukkan keterkaitan dengan relasi kekuasaan dan akses terhadap wacana publik yang memengaruhi pembentukan makna dalam teks berita. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun Detik.com menunjukkan simpati terhadap korban, pemberitaan secara keseluruhan masih mereproduksi narasi pertanggungjawaban institusi negara dan belum banyak mengarah pada kritik terhadap persoalan struktural yang lebih luas. Temuan tersebut mengindikasikan kecenderungan ideologi liberal-pluralis yang tetap memperlihatkan dominasi narasi institusional dalam membingkai kasus kematian Affan Kurniawan. Dengan demikian, pemberitaan media tidak hanya merepresentasikan realitas, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk pemahaman publik mengenai relasi kekuasaan antara institusi negara dan masyarakat sipil.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Analisis Wacana Kritis; Teun A. van Dijk; Pemberitaan Media; Affan Kurniawan |
| Subjects: | Journalism and Newspapers in Indonesia |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Jurnalistik |
| Depositing User: | Kasyfillah August Ravaiyori |
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 03:47 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 03:47 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/135676 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



