Syalima, Shyldi Nur Aulia (2026) Analisis wacana demokrasi deliberatif dalam program “Desak Anies” di Youtube pada kampanye pemilihan presiden tahun 2024. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (Cover)
Cover.pdf Download (284kB) | Preview |
|
|
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf Download (191kB) | Preview |
|
|
Text (Surat Pernyataan Karya Sendiri)
Surat Pernyataan Keaslian Skripsi - Shyldi.pdf Download (92kB) | Preview |
|
|
Text (Daftar Isi)
Daftar Isi.pdf Download (190kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (548kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (313kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (320kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (858kB) |
||
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (149kB) |
||
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (308kB) |
||
|
Text (Lampiran)
Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (899kB) |
Abstract
Transformasi media digital telah mengubah wajah komunikasi politik di Indonesia, terutama dalam momentum Pemilihan Presiden Tahun 2024. Kampanye politik tidak lagi hanya berlangsung melalui panggung konvensional, tetapi juga bergerak ke ruang publik digital yang lebih interaktif dan partisipatif. Salah satu fenomena yang menarik perhatian publik adalah program “Desak Anies”, sebuah forum dialog terbuka yang mempertemukan Anies Baswedan dengan masyarakat secara langsung untuk membahas berbagai persoalan sosial, politik, dan kebijakan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana wacana demokrasi deliberatif dibangun dalam program “Desak Anies” pada masa kampanye Pemilihan Presiden Tahun 2024. Fokus penelitian diarahkan pada pola komunikasi politik, bentuk partisipasi publik, proses argumentasi, serta interaksi antara kandidat dan audiens dalam ruang digital. Penelitian ini menggunakan teori demokrasi deliberatif Jurgen Habermas yang menekankan pentingnya ruang publik, komunikasi rasional, dan keterlibatan masyarakat dalam proses demokrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis wacana kritis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap beberapa tayangan “Desak Anies” di YouTube, wawancara mendalam dengan tim Ubah Bareng dan peserta forum, dokumentasi, serta studi pustaka yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program “Desak Anies” merepresentasikan praktik demokrasi deliberatif melalui pola komunikasi yang dialogis, partisipatif, dan argumentatif antara kandidat dan masyarakat. Program ini memberikan ruang bagi publik untuk menyampaikan pertanyaan, kritik, dan aspirasi secara langsung, sementara argumentasi yang disampaikan kandidat cenderung berbasis data dan penjelasan kebijakan. Penelitian ini juga menemukan bahwa YouTube berfungsi sebagai ruang publik digital yang memperluas akses masyarakat terhadap diskursus politik secara lebih terbuka dan interaktif. Namun demikian, implementasi demokrasi deliberatif dalam program ini belum sepenuhnya ideal karena masih terdapat dominasi kandidat dalam diskursus serta pengaruh logika algoritma media digital terhadap distribusi wacana politik. Dengan demikian, program “Desak Anies” dapat dipahami sebagai bentuk inovasi komunikasi politik digital yang mendekati praktik demokrasi deliberatif di era media sosial.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Demokrasi Deliberatif; Analisis Wacana Kritis; Desak Anies; YouTube; Kampanye Politik |
| Subjects: | Political Process > Political Campaigns |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Politik |
| Depositing User: | Shyldi Nur Aulia Syalima |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 08:18 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 08:18 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/135848 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



