Shodikin, M Rijal (2026) Konsep keadilan sosial Ibnu Khaldun dan relevansinya dalam era Ekonomi Digital. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
COVER.pdf Download (125kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (150kB) | Preview |
|
|
Text (SK BEBAS PLAGIARISME)
1221010053 M Rijal Shodikin - Surat Keterangan Lulus Cek Plagiarisme (1).pdf Download (226kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
Daftar ISI.pdf Download (108kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB 1.pdf Download (219kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (292kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (182kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (441kB) |
||
|
Text (BAB V)
BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (137kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (202kB) |
Abstract
Perkembangan transformasi ekonomi berbasis teknologi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan masyarakat, baik dalam ranah sosial maupun ekonomi. Di samping menciptakan peluang pertumbuhan ekonomi, digitalisasi juga menimbulkan berbagai persoalan seperti kesenjangan akses teknologi, dominasi perusahaan platform, dan ketidakadilan dalam distribusi manfaat ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep keadilan sosial dalam pemikiran Ibnu Khaldun serta mengkaji relevansinya terhadap berbagai persoalan keadilan pada era ekonomi digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data dianalisis melalui analisis isi, hermeneutika kritis Jurgen Habermas, dan pemetaan konseptual (conceptual mapping) untuk menginterpretasikan konsep-konsep keadilan sosial Ibnu Khaldun serta menelaah relevansinya terhadap persoalan ekonomi digital kontemporer.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep keadilan sosial Ibnu Khaldun berlandaskan prinsip al-'adl, al-'umrān, dan 'asabiyyah yang menekankan keseimbangan sosial, distribusi kekayaan yang proporsional, serta penolakan terhadap berbagai bentuk kezaliman. Prinsip-prinsip tersebut relevan untuk menjelaskan persoalan ekonomi digital seperti digital divide, monopoli platform, eksploitasi pekerja digital, dan ketimpangan distribusi manfaat teknologi. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran Ibnu Khaldun tidak hanya memiliki relevansi konseptual, tetapi juga dapat dijadikan kerangka normatif dalam mengevaluasi serta merumuskan tata kelola ekonomi digital yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ibnu Khaldun; Keadilan Sosial; Ekonomi Digital; ʿaṣabiyyah, al-ʿumrān; |
| Subjects: | Ethics, Moral Philosophy Islam Umum Social Groups Econmics Econmics > Philosophy and Theory of Economics |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Aqidah Filsafat |
| Depositing User: | M. Rijal Shodikin |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 08:26 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 08:26 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/136004 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



