Israiliyyāt dalam surat Al-Baqarah menurut Jamaluddin Al-Qasimi dalam tafsir Mahāsin Al-Ta'wil

Isfahanuddin, Ahmad Subhan (2026) Israiliyyāt dalam surat Al-Baqarah menurut Jamaluddin Al-Qasimi dalam tafsir Mahāsin Al-Ta'wil. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text
Cover Skripsi.pdf

Download (164kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (267kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Surat Keterangan Lulus Cek Plagiarisme.pdf

Download (226kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (142kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (325kB) | Preview
[img] Text
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (514kB)
[img] Text
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (336kB)
[img] Text
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (672kB)
[img] Text
Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (191kB)
[img] Text
Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (191kB)

Abstract

Al-Qur’an banyak mengisahkan Bani Israil secara global tanpa merinci konteks historisnya, sehingga sebagian mufasir melengkapi penafsirannya dengan riwayat tambahan yang berasal dari tradisi Yahudi dan Nasrani, yang dikenal dengan istilah Israiliyyāt. Kehadiran riwayat semacam ini dalam tafsir Al-Qur’an menimbulkan persoalan metodologis mengenai sejauh mana ia dapat diterima, ditolak, atau didiamkan, mengingat tidak semua riwayat tersebut memiliki dasar yang kuat dan sesuai dengan ajaran Islam. Penelitian ini berfokus pada penafsiran Syekh Jamaluddin al-Qasimi dalam Tafsir Mahāsin al-Ta’wīl terhadap Surat Al-Baqarah, dengan rumusan masalah: bagaimana kategori Israiliyyāt dalam tafsir tersebut, dan bagaimana pengaruh Israiliyyāt terhadap corak tafsirnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kategori Israiliyyāt dalam penafsiran Al-Qasimi terhadap Surat Al-Baqarah serta menganalisis pengaruhnya terhadap corak Tafsir Mahāsin al-Ta’wīl. Landasan teori penelitian ini bertumpu pada klasifikasi Israiliyyāt menurut Muhammad Husain adz-Dzahabi, yang meninjau riwayat dari tiga aspek, yaitu kualitas sanad, kesesuaian dengan ajaran Islam, dan segi materi. Ditinjau dari kualitas sanad, Israiliyyāt terbagi menjadi ṣahīh dan da’if. Ditinjau dari kesesuaiannya dengan ajaran Islam, Israiliyyāt terbagi menjadi maqbūl (sesuai), mardūd (bertentangan), dan maskūt‘anhu (didiamkan). Ditinjau dari segi materi, Israiliyyāt terbagi menjadi kategori akidah, hukum, serta kisah dan nasihat. Klasifikasi ini bersifat ijtihadi dan digunakan sebagai kerangka analisis untuk menilai riwayat Israiliyyāt secara sistematis, bukan sebagai penilaian yang bersifat mutlak. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan analisis isi (content analysis), menggunakan Tafsir Mahāsin al-Ta’wīl karya Jamaluddin al-Qasimi sebagai sumber data utama, khususnya pada ayat-ayat Surat Al-Baqarah yang memuat riwayat Israiliyyāt. Data dikumpulkan melalui penelusuran riwayat Israiliyyāt pada setiap ayat yang relevan, kemudian dianalisis dengan mengklasifikasikannya berdasarkan tiga tinjauan Adz-Dzahabi secara sistematis untuk menjawab kedua rumusan masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat Israiliyyāt yang teridentifikasi dalam 15 ayat Surat Al-Baqarah secara sanad tidak dapat diverifikasi keṣahīhannya, secara kesesuaian dengan ajaran Islam mayoritas tergolong maskūt‘anhu dengan satu riwayat yang tergolong mardūd, dan secara materi tersebar pada kategori kisah dan nasihat, hukum, serta akidah. Penelitian ini juga menemukan bahwa sikap Al-Qasimi terhadap Israiliyyāt bersifat gradatif, bergerak dari nukilan pasif, integrasi selektif, penggunaan fungsional, hingga penolakan kritis eksplisit, sekalipun konsistensi sikap tersebut tidak sepenuhnya seragam pada seluruh riwayat yang dinukilnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengaruh Israiliyyāt terhadap corak Tafsir Mahāsin al-Ta’wīl bersifat predominan sebagai pelengkap penafsiran, sementara pengaruh yang bersifat substantif terhadap makna ayat hanya muncul pada kondisi tertentu, sehingga corak dasar tafsir Al-Qasimi tetap berpijak pada otoritas internal Al-Qur’an dengan Israiliyyāt sebagai unsur tambahan yang tunduk pada kerangka normatif Islam. Kata Kunci: Israiliyyāt, Tafsir Mahāsin al-Ta’wīl, Jamaluddin al-Qasimi, Surat Al-Baqarah, Adz-Dzahabi

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Israiliyyāt; Tafsir Mahāsin al-Ta’wīl; Jamaluddin al-Qasimi; Surat Al-Baqarah; Adz-Dzahabi
Subjects: Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan
Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Cerita dan Kisah dari Al-Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Ahmad Subhan Isfahanuddin
Date Deposited: 20 Jul 2026 08:04
Last Modified: 20 Jul 2026 08:04
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/136230

Actions (login required)

View Item View Item