Aprilliansyah, Fajar (2026) Dinamika Spasial-Temporal dan Instabilitas Hopf-Turing pada model Eko-Epidemiologi dengan kanibalisme, waktu tunda, dan difusi silang. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_cover.pdf Download (595kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf Download (632kB) | Preview |
|
|
Text (SK BEBAS PLAGIARISME)
3_skbebasplagiarism.pdf Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_daftar_isi.pdf Download (647kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
5_bab_1.pdf Download (802kB) | Preview |
|
|
Text (BBA II)
6_bab_2.pdf Restricted to Registered users only Download (5MB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB III)
7_bab_3.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB IV)
8_bab_4.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB V)
9_bab_5.pdf Restricted to Registered users only Download (620kB) | Request a copy |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftar_pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (634kB) | Request a copy |
||
|
Text (LAMPIRAN)
11_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (120MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini mengkaji dinamika spasial-temporal pada model eko-epidemiologi \textit{predator-prey} dengan mempertimbangkan kanibalisme pada populasi \textit{predator}, difusi silang, serta waktu tunda biologis berupa masa inkubasi penyakit dan masa gestasi \textit{predator}. Model dikembangkan dari model Kumar dkk. dengan menambahkan mekanisme waktu tunda dan difusi silang untuk merepresentasikan proses biologis yang lebih realistis. Analisis dilakukan terhadap kestabilan titik kesetimbangan interior, bifurkasi Hopf, dan ketidakstabilan Turing, disertai simulasi numerik untuk memverifikasi hasil analitik dan mengamati pola spasial-temporal yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kanibalisme berperan sebagai mekanisme stabilisasi yang memengaruhi transisi dinamika dari osilasi temporal homogen, wilayah Hopf-Turing, pembentukan pola Turing stasioner, hingga kondisi stabil asimtotik. Selain itu, peningkatan kanibalisme mengubah morfologi pola spasial dari \textit{spots} menjadi \textit{stripes}. Difusi silang memperluas wilayah ketidakstabilan Turing dan menghasilkan segregasi spasial antara populasi \textit{predator} dan \textit{prey}. Sementara itu, waktu tunda inkubasi dan gestasi menyebabkan hilangnya kestabilan melalui bifurkasi Hopf ketika melampaui nilai kritis tertentu. Pada rentang waktu tunda menengah, heterogenitas spasial menghasilkan mekanisme \textit{spatial buffering} yang mampu mempertahankan pola spasial stasioner meskipun sistem temporal tidak stabil. Namun, pada waktu tunda yang besar, sistem berkembang menuju pola spasial tidak stasioner yang terus berosilasi. Interaksi simultan kedua waktu tunda juga meningkatkan sensitivitas sistem terhadap ketidakstabilan dengan menurunkan nilai kritis bifurkasi Hopf.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Eko-Epidemiologi; Bifurkasi Hopf; Bifurkasi Turing; Waktu Tunda Inkubasi; Waktu Tunda Gestasi. |
| Subjects: | Applied mathematics Ecology Ecology > Population Biology |
| Divisions: | Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Matematika |
| Depositing User: | Fajar Aprilliansyah |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 04:14 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 04:14 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/136489 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



