Budi, Asep Setia (2026) Pemberdayaan Masyarakat Melalui Geotheater: Asset-Based Community Development di Rancakalong. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
Cover .pdf Download (130kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (191kB) | Preview |
|
|
Text (PENGECHEKAN SIMILIARTY/PLAGIARISME)
Asep Setia Budi (3) (2).pdf Download (129kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
Daftar isi .pdf Download (582kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (362kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (404kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (662kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (249kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR Pustaka .pdf Restricted to Registered users only Download (235kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN .pdf Restricted to Repository staff only Download (909kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengembangan Geotheater Rancakalong sebagai wisata budaya berbasis masyarakat di Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang. Geotheater dikembangkan tidak hanya sebagai sarana pelestarian budaya Sunda, tetapi juga sebagai media pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya. Namun, pengelolaannya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti jumlah pengunjung yang belum stabil, partisipasi masyarakat yang belum merata, serta manfaat ekonomi yang belum optimal dirasakan oleh masyarakat sekitar. Kondisi tersebut adanya kesenjangan antara potensi lokal yang dimiliki dan optimalisasi pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan Geotheater Rancakalong yang meliputi aspek enabling, empowering, dan protecting. Penelitian menggunakan teori pemberdayaan masyarakat Sumodiningrat (1999) dan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dari Kretzmann dan McKnight (1995). Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat terlibat dalam pengelolaan wisata, kegiatan UMKM, dan pelestarian seni budaya. Pada tahap enabling, masyarakat memperoleh akses dan peluang untuk terlibat dalam kegiatan wisata dan usaha lokal. Pada tahap empowering, masyarakat memperoleh penguatan kapasitas melalui pelatihan dan keterlibatan langsung dalam kegiatan wisata. Sementara itu, pada tahap protecting, masyarakat lokal diprioritaskan dalam kegiatan usaha dan pelestarian budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan ABCD mampu mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, namun masih diperlukan penguatan kelembagaan, pendampingan yang berkelanjutan, serta peningkatan partisipasi masyarakat agar manfaat wisata dapat dirasakan secara berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pemberdayaan Masyarakat; enabling; empowering; dan protecting Geotheater, Potensi lokal, Asset-Based Community Development, Wisata Budaya. |
| Subjects: | Islam > Da'wah Sociology and Anthropology, Society Social Interaction, Interpersonal Relations Communities Customs of People |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam |
| Depositing User: | Asep Setia Budi |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 07:11 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 07:11 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/136523 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



