Fauziah, Dwi Hana (2026) Teo-ekologi dan kearifan lokal pada masyarakat adat kampung Cireundeu Cimahi. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_Cover.pdf Download (18kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_Abstrak.pdf Download (88kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
3_Daftar isi.pdf Download (193kB) | Preview |
|
|
Text (KETERANGAN BEBAS PLAGIARISM)
4_Keterangan Bebas Plagiarism.pdf Download (226kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
5_BAB 1.pdf Download (223kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
6_BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (185kB) |
||
|
Text (BAB III)
7_BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (239kB) |
||
|
Text (BAB IV)
8_BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (631kB) |
||
|
Text (BAB V)
9_BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (122kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (244kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
11_Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (136kB) |
Abstract
Krisis ekologis yang semakin mengkhawatirkan di era modern mendorong perlunya paradigma baru yang menghubungkan dimensi spiritual dengan tanggung jawab lingkungan. Penelitian ini mengkaji konsep teo-ekologi dan kearifan lokal pada masyarakat adat Kampung Cireundeu, Kota Cimahi, Jawa Barat, sebagai komunitas yang secara konsisten mempertahankan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta di tengah arus modernisasi. Tujuan penelitian ini adalah: (1) memahami penerapan konsep teo-ekologi dalam kehidupan masyarakat adat Kampung Cireundeu; (2) menjelaskan kontribusi kearifan lokal terhadap pelestarian lingkungan; dan (3) mengidentifikasi tantangan yang dihadapi masyarakat dalam mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal dan kesadaran ekologis di tengah modernitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif fenomenologi agama yang dikembangkan oleh Mircea Eliade, serta diperkuat oleh kerangka teo-ekologi Thomas Berry. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam semi-terstruktur dengan sesepuh adat, penganut Sunda Wiwitan, dan warga yang terlibat dalam pengelolaan lingkungan, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat adat Kampung Cireundeu menghayati alam sebagai ruang sakral (hierophany) tempat bertemunya dimensi transenden dan imanen, sebagaimana dijelaskan oleh Eliade. Kepercayaan Sunda Wiwitan menjadi landasan spiritual yang mewujud dalam berbagai praktik kearifan lokal, seperti sistem pengelolaan hutan tiga zona (leuweung larangan, tutupan, dan baladahan), tradisi pangan rasi berbasis singkong, serta ritual Tutup Taun Saka Sunda. Nilai-nilai tersebut diwariskan secara turun-temurun melalui peran sesepuh sebagai penjaga tradisi. Kendati demikian, masyarakat Cireundeu menghadapi tantangan serius berupa tekanan urbanisasi, permasalahan pencemaran sampah dari wilayah sekitar, serta pergeseran gaya hidup generasi muda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kearifan lokal masyarakat Cireundeu merupakan wujud nyata dari teo-ekologi yang hidup (living theo-ecology), yakni spiritualitas yang menempatkan bumi sebagai bagian dari iman dan tanggung jawab moral manusia.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Teo-ekologi; kearifan lokal; Sunda Wiwitan; Kampung Cireundeu; hierophany; Thomas Berry; Mircea Eliade; |
| Subjects: | Other Religion Social Groups > Religious Groups Ecology > Agricultural Ecology |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi, Studi Agama Agama |
| Depositing User: | Dwi Hana Fauziah |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 08:52 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 08:52 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/136553 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



