Epistemologi Kaidah Tafsir dalam Kitab Uṣūl Al-Tafsīr Wa Manāhijuh Karya Fahd Al-Rūmī: Implementasi dan Implikasinya terhadap Penafsiran Al-Qur’an

Farhal Azkiya, R. Muhammad (2026) Epistemologi Kaidah Tafsir dalam Kitab Uṣūl Al-Tafsīr Wa Manāhijuh Karya Fahd Al-Rūmī: Implementasi dan Implikasinya terhadap Penafsiran Al-Qur’an. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
01. Cover.pdf

Download (225kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
02. Abstrak.pdf

Download (145kB) | Preview
[img]
Preview
Text (KETERANGAN BEBAS PLAGIARISM)
03. Keterangan Bebas Plagiarism.pdf

Download (256kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
04. Daftar Isi.pdf

Download (148kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
05. Bab 1.pdf

Download (432kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
06. Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (566kB) | Request a copy
[img] Text
07. Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (197kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
08. Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (723kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
09. Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (152kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
10. Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (187kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mengkaji kaidah-kaidah tafsir yang dirumuskan oleh Fahd al-Rūmī serta implementasi dan implikasinya terhadap penafsiran Al-Qur’an. Kajian ini berangkat dari problem metodologis dalam praktik tafsir kontemporer, khususnya kecenderungan penggunaan kaidah tafsir secara normatif-abstrak tanpa kejelasan fungsi epistemik dalam mengendalikan makna, serta kekhawatiran bahwa kaidah tafsir dapat berfungsi membatasi keluasan makna Al-Qur’an apabila diterapkan secara kaku dan ahistoris. Dalam konteks tersebut, pemikiran Fahd al-Rūmī (1952 M/1371 H) menarik untuk dikaji karena ia merumuskan kaidah tafsir dalam kerangka Uṣūl al-Tafsīr (dasar-dasar penafsiran) yang sistematis dan menempatkannya sebagai instrumen metodologis untuk menjaga validitas penafsiran tanpa menegasikan keragaman makna yang sah. Penelitian ini menggunakan teori Uṣūl al-Tafsīr Ibn Taymiyyah sebagai pisau analisis untuk mengkaji landasan epistemologis kaidah-kaidah tafsir Fahd al-Rūmī sekaligus menelaah hubungan konseptual di antara keduanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data utama meliputi karya Fahd al-Rūmī Uṣūl Al-Tafsīr Wa Manāhijuh dan karya lainnya yang membahas metodologi tafsir dan kaidah-kaidahnya, didukung oleh literatur Ulūmul al-Qur’an klasik dan kontemporer yang relevan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif yang dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data (display), interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Analisis diarahkan untuk mengkaji struktur konseptual kaidah tafsir, menelaah landasan epistemologisnya, serta mengidentifikasi pola penerapannya dalam penafsiran Al-Qur’an. Analisis diarahkan untuk mengungkap bagaimana kaidah tafsir Fahd al-Rūmī berimplikasi terhadap legitimasi tafsir, ruang ijtihad tafsir, keluasan makna Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi epistemologis kaidah tafsir Fahd al-Rūmī dibangun di atas paradigma uṣūl al-tafsīr yang menempatkan Al-Qur’an, Sunnah, penafsiran sahabat, penafsiran tābi'īn, dan kaidah bahasa Arab sebagai sumber epistemik yang bertingkat. Analisis menggunakan teori Ibn Taymiyyah menunjukkan adanya kesinambungan epistemologis yang kuat dalam prioritas tafsir bi al-ma’tsūr, otoritas salaf, hierarki sumber penafsiran, dan kehati-hatian terhadap tafsir bi al-ra’yi, meskipun al-Rūmī melakukan sistematisasi ulang dalam bentuk kaidah-kaidah yang lebih operasional. Implementasi kaidah-kaidah tersebut tampak dalam mekanisme tarjīḥ makna melalui prioritas tafsir Al-Qur’an dengan Al-Qur’an, Sunnah, pendapat sahabat, makna syar’i sebelum makna bahasa, otoritas salaf, dan kaidah kebahasaan sebagai instrumen pengendali subjektivitas mufasir. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kaidah-kaidah tersebut memperkuat objektivitas, validitas ilmiah, dan kesinambungan tradisi tafsir, namun apabila diterapkan secara rigid berpotensi mempersempit ruang ijtihad dan membatasi tanawwu‘ al-ma‘nā. Oleh karena itu, kaidah tafsir perlu diterapkan secara proporsional dengan memperhatikan konteks ayat, keluasan bahasa Al-Qur’an, dan dinamika persoalan umat.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kaidah Tafsir; Fahd al-Rūmī; Uṣūl al-Tafsīr; Metodologi Tafsir
Subjects: Islam > Koran
Islam > Interpretation and Criticism of Koran
Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan
Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Ilmu-ilmu Al-Qur'an
Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an
Divisions: Pascasarjana Program Magister > Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: R. Muhammad Farhal Azkiya
Date Deposited: 24 Jul 2026 07:43
Last Modified: 24 Jul 2026 07:43
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/136670

Actions (login required)

View Item View Item