Ahdillah, Zaahidah Aufaa (2026) Propaganda hygiene pemerintah hindia belanda di Jawa melalui instrumentalisasi ajaran Islam (1925-1942). Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
Cover Tesis (Zaahidah Aufaa).pdf Download (143kB) | Preview |
|
|
Text
Abstrak Tesis (Zaahidah Aufaa).pdf Download (201kB) | Preview |
|
|
Text
Lembar Pernyataan Tesis (Zaahidah Aufaa).pdf Download (501kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 1 Tesis (Zaahidah Aufaa).pdf Download (416kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 2 Tesis (Zaahidah Aufaa).pdf Restricted to Registered users only Download (824kB) | Request a copy |
||
|
Text
BAB 3 Tesis (Zaahidah Aufaa).pdf Restricted to Registered users only Download (280kB) | Request a copy |
||
|
Text
BAB 4 Tesis (Zaahidah Aufaa).pdf Restricted to Registered users only Download (356kB) | Request a copy |
||
|
Text
BAB 5 Tesis (Zaahidah Aufaa).pdf Restricted to Registered users only Download (32kB) | Request a copy |
||
|
Text
Daftar Rujukan Tesis (Zaahidah Aufaa).pdf Restricted to Registered users only Download (198kB) | Request a copy |
||
|
Text
Lampiran Tesis (Zaahidah Aufaa).pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Kajian ini berfokus kepada strategi dan keberjalanan program Pemerintah Hindia Belanda dalam melakukan propaganda higiene kepada pribumi, dengan menggunakan instrumentalisasi ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan metodologi strukturalisme untuk menganalisis unsur-unsur struktural yang mengelilinginya, seperti pertumbuhan penduduk dan kepadatannya, kondisi lingkungan dan dampaknya pada kesehatan, hingga posisi dan pengaruh Islam dalam masyarakat Jawa. Metode penelitian sejarah (historical research) dipakai untuk menelaah sumber dan fakta yang termuat di dalamnya, yang terdiri dari tahapan heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Sedangkan teori yang digunakan adalah Lasswell’s Model of Communication dengan the five components of Lasswell’s model yang termuat dalam kalimat “Who says what, in which channel, and to whom, with what effect”. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kondisi Jawa pada masa kolonial (terutama pada awal abad ke-20) dalam konteks kesehatan, memperlihatkan ledakan penduduk yang menyebabkan kualitas lingkungan memburuk hingga adanya penyebaran penyakit. Pemerintah memandang kesehatan pribumi sebagai modal besar bagi stabilitas ekonomi, “for profit oriented”. Di samping itu, ditemukan bahwa konsep hidup bersih dan sehat nyatanya dipahami oleh dua pihak melalui perspektif yang berbeda, antara pemerintah kolonial dan pribumi. Melalui dua sudut pandang tersebut, pemerintah kemudian merumuskan titik temu yang dapat dianalisis melalui strategi propaganda higiene dengan instrumentalisasi ajaran Islam. Hal ini kemudian memunculkan kesadaran pribumi Muslim untuk meluaskan higiene yang berlandaskan ajaran Islam, yang juga berkesinambungan dengan upaya kemajuan (kemerdekaan).
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Propaganda higiene; Ajaran Islam; Jawa; Pemerintah Hindia Belanda |
| Subjects: | Islam > Islamic History Public Preventive Medicine > History of Epidemics in Indonesia Diseases > Environmental Medicine History of Southeast Asia > History of Indonesia |
| Divisions: | Pascasarjana Program Magister > Program Studi Sejarah Peradaban Islam |
| Depositing User: | Zaahidah Aufaa Ahdillah |
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 02:42 |
| Last Modified: | 28 Jul 2026 06:20 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/136825 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



