Pengaruh kekuasaan dalam periwayatan hadis studi kasus muawiyah ibn abi sufyan dalam hadis firqah

imanudin, totoh toat (2020) Pengaruh kekuasaan dalam periwayatan hadis studi kasus muawiyah ibn abi sufyan dalam hadis firqah. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (211kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (607kB) | Preview
[img]
Preview
Text (SK BEBAS PLAGIARISME)
lembaran pernyataan.pdf

Download (88kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf

Download (175kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
4_bab1.pdf

Download (555kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
5_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (531kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (699kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (684kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
8_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (217kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (266kB) | Request a copy

Abstract

Periwayatan Hadis dalam sejarah Islam tidak terlepas dari dinamika politik dan kekuasaan. Salah satu Hadis yang menarik untuk dikaji adalah Hadis Iftirāq al-ummah, yang menyebutkan perpecahan Umat Islam menjadi 73 golongan, dengan satu golongan yang disebut sebagai al-Al-firqah al-nājiyah. Dalam konteks ini, Muawiyah Ibn Abi Sufyan tercatat sebagai salah satu perawi yang meriwayatkan Hadis tersebut, namun tidak ditemukan dalam kitab Ṣaḥiḥ al-Bukhari dan Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji: (1) otoritas Hadis Iftirāq yang diriwayatkan Muawiyah, (2) relasi kekuasaan dan periwayatan Hadis pasca peristiwa tahkim, (3) kemungkinan fungsi Hadis sebagai instrumen legitimasi kekuasaan, dan (4) dampaknya terhadap konstruksi wacana keagamaan dalam Islam. Penelitian ini berpijak pada teori kritik sanad dan matan, serta didukung pendekatan tematik (mauḍū‘ī) dalam mengelompokkan riwayat-riwayat serupa. Kajian ini juga menggunakan teori otoritas sosial dan epistemologi periwayatan dalam konteks politik Islam Klasik. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis studi kepustakaan (library research) terhadap literatur klasik dan modern, baik dalam bidang Hadis, sejarah, maupun politik Islam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi terhadap kitab-kitab Hadis utama, seperti Sunan Abu Dawud, Musnad Ahmad, Sunan Darimi serta karya ulama seperti Ibn Ḥibban, Daraquthni, dan Ibnu Taymiyyah. Analisis data menggunakan teknik kritik sanad (identifikasi rawi dan jalur transmisi), kritik matan (konsistensi isi), dan pendekatan historis untuk melihat konteks politik saat Hadis disebarkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hadis Iftirāq riwayat Muawiyah memiliki derajat Sahih karena para rawinya berderajat adil ditambah dengan dukungan syawāhid dan muttābi‘ sehingga menjadikannya Hadis Masyhur; (2) Tidak dimuatnya Hadis ini dalam Ṣaḥiḥ Bukhari dan Muslim menjadi indikasi seleksi ketat oleh kedua imam terhadap jalur yang mungkin rawannya bersifat politis; (3) Posisi Muawiyah sebagai penguasa memberi kemungkinan bahwa Hadis digunakan untuk memperkuat otoritas politik; (4) Hal ini bisa berdampak pada pembentukan narasi tunggal tentang kebenaran dan menyudutkan kelompok oposisi seperti pengikut Ali Ibn Abi Thalib.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: kekuasaan; periwayatan hadits
Subjects: Al-Hadits dan yang Berkaitan > Dirayah/Ilmu tentang Keotentikan Hadits
Al-Hadits dan yang Berkaitan > Kumpulan Hadits Menurut Bidang Tertentu
Divisions: Pascasarjana Program Magister > Program Studi Ilmu Hadits
Depositing User: Totoh To'at Imanudin
Date Deposited: 29 Jul 2026 08:13
Last Modified: 30 Jul 2026 03:08
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/137067

Actions (login required)

View Item View Item