Nugraha, Rofi (2026) Ekoteologi dalam Al-Qur'an: Analisis tafsir Maudhu'i terhadap peran manusia sebagai khalifah dalam perspektif Seyyed Hossein Nasr. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (402kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (297kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiarism.pdf Download (228kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (275kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (427kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (360kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (353kB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (608kB) | Request a copy |
||
|
Text
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (298kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (308kB) | Request a copy |
Abstract
Ajaran Islam menempatkan manusia sebagai khalifah untuk memelihara keseimbangan alam. Namun, krisis ekologi masif terjadi akibat reduksi makna yang disalahartikan secara antroposentris. Merespon hal tersebut, penelitian ini bertujuan mengkaji wawasan al-Qur'an mengenai hakikat khalifah melalui pendekatan tafsir maudhu'i, serta membedahnya menggunakan analisis ekoteologi Seyyed Hossein Nasr guna menawarkan resolusi spiritual. Secara teoretis, kajian ini bertumpu pada diskursus ekoteologi Islam yang menolak pandangan sekuler dan antroposentrisme, dengan mengedepankan prinsip tauhid, pemeliharaan mizan (keseimbangan), dan larangan berbuat fasad (kerusakan). Penelitian ini secara khusus meminjam kerangka filosofis Seyyed Hossein Nasr yang mengkritik perilaku manusia modern sebagai "Manusia Promethean" yang telah mendesakralisasi alam. Nasr menawarkan resolusi berupa Scientia Sacra (Pengetahuan Suci) yang memandang alam sebagai teofani atau tajalli, serta rekonstruksi peran manusia menjadi Pontifical Man (Manusia Jembatan) yang secara konseptual disinergikan dengan khazanah tafsir al-Qur'an. Penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan ini bersifat deskriptif-analitis. Sebanyak 17 ayat al-Qur'an terkait khalifah dikumpulkan dan dianalisis menggunakan metode Tafsir Maudhu'i Al-Farmawi yang dipadukan dengan analisis isi. Objek material tersebut dibedah melalui tiga tafsir otoritatif: Mafatih al-Ghayb (Fakhruddin ar-Razi), Fi Zilal al-Qur'an (Sayyid Qutb), dan Tafsir Al-Mishbah (M. Quraish Shihab). Hasil penelitian menunjukkan hakikat khalifah bukanlah penguasa penakluk, melainkan amanah kolektif untuk membangun peradaban (imarah) yang selaras dengan keseimbangan ekosistem (mizan) tanpa eksploitasi (fasad). Analisis ekoteologi Nasr menemukan bahwa perusakan alam berakar dari krisis spiritual "Manusia Promethean". Transformasi menuju Manusia Pontifex (Khalifah Ekologis) mutlak diperlukan dengan menyadari status ontologis alam sebagai ummah yang bertasbih, sehingga pelestarian lingkungan bernilai ibadah sakral. Kesimpulannya, peran khalifah menuntut penolakan arogansi antroposentris demi memelihara harmoni semesta. Oleh karenanya, kajian tafsir berwawasan ekologi perlu terus dikembangkan secara akademis, dan nilai-nilai teologisnya diimplementasikan oleh tokoh agama serta masyarakat dalam aksi nyata pelestarian lingkungan sehari-hari.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | tidak ada lampiran |
| Uncontrolled Keywords: | Ekoteologi; Khalifah; Tafsir Maudhu'i; Seyyed Hossein Nasr |
| Subjects: | Islam Islam > Interpretation and Criticism of Koran Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an Factors Affecting Social Behaviour > Human Ecology Ecology |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Rofi Nugraha |
| Date Deposited: | 03 Aug 2026 07:36 |
| Last Modified: | 03 Aug 2026 07:36 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/137107 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



