Hafizhah, Naila Ghina (2026) Representasi seni Islam dalam World of Islam festival London dan respons Muhammad Natsir tahun 1976. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (Cover)
cover.pdf Download (133kB) | Preview |
|
|
Text (Abstrak)
abstrak.pdf Download (106kB) | Preview |
|
|
Text (Keterangan bebas plagiarism)
surat lulus plagiasi.pdf Download (178kB) | Preview |
|
|
Text (Daftar Isi)
daftar isi.pdf Download (120kB) | Preview |
|
|
Text (BAB 1)
BAB 1 Pendahuluan.pdf Download (268kB) | Preview |
|
|
Text (BAB 2)
BAB 2 Pembahasan.pdf Restricted to Registered users only Download (315kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB 3)
BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (252kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB 4)
BAB 4 Penutup.pdf Restricted to Registered users only Download (115kB) | Request a copy |
||
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (161kB) | Request a copy |
||
|
Text (Lampiran)
Lampiran-compressed (1).pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini membahas respons Muhammad Natsir terhadap representasi seni Islam di World of Islam Festival yang menjadi salah satu festival seni Islam terbesar di Eropa pada abad ke-20. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Kerangka analisis penelitian ini menggunakan teori representasi dari Stuart Hall yang menjelaskan bahwa representasi tidak hanya mencerminkan realitas secara objektif, melainkan proses aktif pembentukan makna melalui bahasa, simbol, dan praktik diskursif tertentu. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis latar belakang penyelenggaraan World of Islam Festival London 1976 dan analisis terhadap respons Muhammad Natsir tentang representasi seni Islam dalam World of Islam Festival London 1976. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang festival diawali dengan perjalanan direktur festival, yaitu Ahmed Paul Keeler yang tertarik untuk meneliti berbagai seni Islam di dunia sebagai satu kesatuan (tauhid), serta adanya hubungan diplomatik antara Inggris dan negara di Timur Tengah pasca krisis minyak tahun 1973, yang mendorong negara-negara Muslim, terutama Uni Emirat Arab (UEA) untuk memberikan dukungan finansial bagi penyelenggaraannya. Muhammad Natsir merespons bahwa penyelenggaraan World of Islam Festival patut diapresiasi karena dapat membentuk citra seni Islam di Barat dan menunjukkan bahwa Islam memiliki warisan budaya yang kaya dan bernilai tinggi. Namun, Natsir juga mengkritisi adanya kekeliruan dalam pameran dan bentuk representasi yang kurang memperhatikan realitas sosial dan historis umat Islam kontemporer. Natsir juga menekankan bahwa keindahan artefak yang dipamerkan tidak boleh membuat umat terlena dan melupakan penderitaan politik serta ekonomi yang sedang dialami umat Muslim di dunia saat itu.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sejarah; Representasi; Festival; Natsir; Seni Islam |
| Subjects: | Islam Islam > Islam and Arts Islam > Islamic History |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam |
| Depositing User: | Naila NGH Hafizhah |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 04:27 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 04:27 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/137345 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



