Interaksi sosial dan adaptasi peserta didik Sekolah Rakyat Menengah Pratama terintegrasi 39 Garut

Fadilah, Setia (2026) Interaksi sosial dan adaptasi peserta didik Sekolah Rakyat Menengah Pratama terintegrasi 39 Garut. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
COVER.pdf

Download (139kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (180kB) | Preview
[img]
Preview
Text (KETERANGAN BEBAS PLAGIASI)
KETERANGAN BEBAS PLAGIASI.pdf

Download (504kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf

Download (195kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (246kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (265kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (241kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (523kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (214kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (189kB) | Request a copy
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Ketimpangan akses pendidikan dan tingginya angka putus sekolah bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera merupakan masalah struktural di Indonesia, khususnya di Kabupaten Garut yang memiliki angka kemiskinan dan kasus putus sekolah cukup tinggi. Sebagai langkah solutif, didirikan Sekolah Rakyat Menengah Pertama Terintegrasi 39 Garut dengan sistem sekolah berasrama (boarding school) gratis yang menargetkan anak-anak dari kelompok miskin ekstrem desil 1 dan 2. Namun, transisi dari kehidupan bebas tanpa aturan menuju asrama yang terstruktur memicu benturan budaya (culture shock), kejenuhan akibat larangan gawai, serta rasa rindu rumah (homesick) yang menghambat stabilitas emosional dan interaksi sosial peserta didik di lingkungan belajar yang baru ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk interaksi sosial yang terjalin di antara peserta didik di Sekolah Rakyat Menengah Pertama Terintegrasi 39 Garut, menganalisis tahapan dan proses adaptasi peserta didik terhadap lingkungan belajar dan asrama baru, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam interaksi sosial dan proses adaptasi tersebut. Penelitian ini menggunakan Teori Interaksionisme Simbolik dari George Herbert Mead dan Herbert Blumer, yang menekankan bahwa tindakan manusia didasarkan pada makna yang mereka atribusikan pada simbol-simbol di sekitarnya. Konsep mind (pikiran) tecermin dari dialog batin peserta didik dalam menafsirkan aturan asrama yang ketat; konsep self (diri) menunjukkan dinamika "I" yang spontan dan "Me" yang terstruktur dalam pembentukan identitas baru siswa; sedangkan konsep society (masyarakat) mewakili norma asrama, termasuk sanksi kolektif "digulung" yang ditafsirkan sebagai simbol solidaritas mekanik untuk saling menjaga dan memikul tanggung jawab bersama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk mendalami dinamika sosial secara komprehensif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam secara langsung, observasi partisipatif lapangan di asrama dan kelas, serta studi dokumentasi terhadap arsip dan kegiatan sekolah. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yang terdiri dari lima peserta didik aktif, guru mata pelajaran/wali kelas, wali asuh asrama, pihak manajemen sekolah, serta perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Garut. Proses analisis data dijalankan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola interaksi sosial dengan teman sebaya berproses dari kecanggungan awal menuju keakraban kelompok berbasis kegemaran bersama (homofili), sedangkan relasi dengan guru dan wali asuh terjalin layaknya hubungan anak dengan orang tua kedua (surrogate parents) yang dilandasi oleh kedekatan emosional (ari geus deukeut mah rek nolak oge era). Proses adaptasi peserta didik melalui tahapan shock, reorientasi, penyesuaian, hingga tercapainya kematangan adaptasi perilaku. Faktor pendukung utama adaptasi adalah sinergi tim pendamping asrama yang hangat, kesamaan nasib kelompok sebaya, serta program rekreasi (outing class) dan fasilitas canggih (iPad gratis) yang menumbuhkan rasa percaya diri. Sebaliknya, faktor penghambat meliputi rasa rindu rumah (homesick), keterbatasan spasial akibat status gedung rintisan yang masih menumpang sementara di UPTD BLK Samarang, ketiadaan konselor profesional, serta intervensi orang tua siswa yang memutus kontinuitas disiplin asrama secara sepihak.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Adaptasi; Interaksi sosial; Sekolah rakyat; Interasionisme simbolik
Subjects: Social Interaction, Interpersonal Relations
Social Interaction, Interpersonal Relations > Social Interactions between Groups
Social Process > Social Change
Factors Affecting Social Behaviour
Social Welfare, Problems and Services
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi
Depositing User: Setia Rahayu Fadilah
Date Deposited: 04 Aug 2026 02:12
Last Modified: 04 Aug 2026 02:12
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/137374

Actions (login required)

View Item View Item