Keanekaragaman tumbuhan (begoniaceae) di kawasan Gunung Simpang Kabupaten Cianjur

Nur'arifah, Nabila (2026) Keanekaragaman tumbuhan (begoniaceae) di kawasan Gunung Simpang Kabupaten Cianjur. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
skiripsi asli nabila-1.pdf

Download (204kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
abstrak.pdf

Download (339kB) | Preview
[img]
Preview
Text (SK BEBAS PLAGIASI)
Nabila Nur'arifah PLAGIASI-.pdf

Download (253kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
Daftar isi.pdf

Download (320kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
bab 1.pdf

Download (374kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (818kB)
[img] Text (BAB III)
bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (979kB)
[img] Text (BAB IV)
bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB V)
bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (320kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
daftAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (320kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Begonia merupakan salah satu tumbuhan berbunga yang tersebar hampir di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia. Perawakannya herba dan menjadi peghuni lantai hutan yang lembab, sehingga dapat dijadikan sebagai indikator lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mendata keanekaragaman jenis, menganalisis karakteristik habitat, serta mengkaji hubungan faktor lingkungan terhadap sebaran tumbuhan Begonia di kawasan Cagar Alam Gunung Simpang. Pengambilan data dilakukan pada Januari–Februari 2026 di tiga jalur pengamatan: Citengkor, Rema Nangklak, dan Pasirmala menggunakan metode belt transect sebanyak 34 plot dengan luas total 1,7 hektar. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 4 jenis Begonia, yaitu Begonia longifolia, Begonia muricata, Begonia isoptera, dan Begonia multangula. Secara keseluruhan, tingkat keanekaragaman jenis Begonia di lokasi penelitian masuk dalam kategori sedang. Jalur Pasirmala memiliki nilai indeks keanekaragaman tertinggi (H' = 2,43), diikuti Jalur Rema Nangklak (H' = 2,11), dan Jalur Citengkor (H' = 1,51). Dominansi tertinggi dipegang oleh Begonia isoptera dengan Indeks Nilai Penting (INP) mencapai 140,36% di Jalur Citengkor. Kondisi lingkungan pendukung menunjukkan habitat Begonia berada pada pH tanah masam hingga agak masam (5,28–5,87), kelembapan tanah sangat tinggi (98,20%–100%), suhu udara sejuk (24,90°C–25,85°C), dan intensitas cahaya rendah (269,90–1481,23 Lux). Analisis anatomi menunjukkan seluruh jenis memiliki tipe stomata anisositik pada permukaan abaksial. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara ketinggian tempat dengan kerapatan stomata (r = -0,707; p<0,05), yang berarti semakin tinggi elevasi, kerapatan stomata semakin menurun sebagai bentuk adaptasi efisiensi transpirasi. Sebaliknya, luas daun tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan ketinggian (p>0,05), melainkan lebih dipengaruhi oleh fluktuasi intensitas cahaya (naungan) di mikrohabitat masing-masing

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Begonia; Faktor Abiotik; Gunung Simpang; Keanekaragaman Jenis; Stomata
Subjects: Ecology
Ecology > Population Biology
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Biologi
Depositing User: Nabila Nur'Arifah
Date Deposited: 04 Aug 2026 05:30
Last Modified: 04 Aug 2026 05:30
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/137400

Actions (login required)

View Item View Item