Mubarokah, Nafilah (2026) Dinamika Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) luar biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dalam merespons konflik dunia Islam (1997-2016). Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
COVER.pdf Download (59kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (22kB) | Preview |
|
|
Text
Surat Keterangan Plagiasi .pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (212kB) | Preview |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (433kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (375kB) | Request a copy |
||
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (729kB) | Request a copy |
||
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (27kB) | Request a copy |
||
|
Text
DAFTAR SUMBER.pdf Restricted to Registered users only Download (274kB) | Request a copy |
||
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini mengkaji dinamika Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa (KTT LB) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) sebagai mekanisme diplomasi darurat dalam merespons konflik dunia Islam pada periode 1997-2016. Selama rentang waktu tersebut, OKI menyelenggarakan lima KTT Luar Biasa, yaitu di Islamabad (1997), Doha (2003), Makkah (2005), Makkah (2012), dan Jakarta (2016), yang masing-masing dipicu oleh tekanan geopolitik berbeda: eskalasi konflik Palestina, ancaman invasi Irak, dampak global pasca-9/11, pergolakan Arab Spring, hingga kembali menguatnya isu Yerusalem dan Al-Quds Al-Sharif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis latar belakang historis penyelenggaraan KTT LB OKI serta mendeskripsikan pola respons kolektif yang dihasilkan dalam setiap pertemuan. Metode yang digunakan adalah metode sejarah (historis) yang meliputi empat tahapan: heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Sumber primer yang digunakan mencakup naskah deklarasi dan komunike resmi KTT LB OKI, resolusi, serta transkrip pidato kepala negara. Kerangka analisis yang diterapkan adalah Teori Strukturisasi Anthony Giddens, yang memungkinkan peneliti menelaah hubungan timbal balik antara OKI sebagai agen kolektif dan mekanisme KTT LB sebagai struktur institusional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola respons OKI tidak bersifat statis, melainkan berevolusi mengikuti perubahan lanskap konflik dunia Islam. Dari fase klasik yang berorientasi pada konsolidasi identitas dan solidaritas atas isu Palestina, berkembang ke fase krisis global yang diwarnai diplomasi di tengah War on Terror, hingga fase modern yang menghadapi tantangan fragmentasi internal dunia Islam akibat Arab Spring. Meski forum KTT LB secara konsisten menghasilkan deklarasi dan resolusi bermuatan komitmen solidaritas, implementasinya kerap terbatas akibat fragmentasi kepentingan nasional anggota, ketergantungan pada mekanisme PBB, dan lemahnya mekanisme implementasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa KTT LB OKI lebih berperan sebagai instrumen diplomasi simbolik dan arena negosiasi konsensus politik, daripada sebagai mekanisme penyelesaian konflik yang substantif.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Organisasi Kerja sama Islam; KTT Luar Biasa; Konflik dunia Islam |
| Subjects: | Islam > Islamic History Political Process > International Party Organizations International Relations > Diplomacy |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam |
| Depositing User: | Nafilah Nafilah Mubarokah |
| Date Deposited: | 06 Aug 2026 08:15 |
| Last Modified: | 06 Aug 2026 08:15 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/137609 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



