Wahyudi, Araya Ghifary Alba (2026) Kritik terhadap paradigma pembangunan orde baru dalam kumpulan esai Indonesia bagian dari desa saya karya Emha Ainun Nadjib: Perspektif Coloniality of Power Anibal Quijano. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (66kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (103kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiarism (55).pdf Download (545kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (126kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (266kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (351kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (124kB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (464kB) | Request a copy |
||
|
Text
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (110kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (235kB) | Request a copy |
Abstract
Kolonialisme tidak berakhir bersamaan dengan berakhirnya penjajahan formal, tetapi bertransformasi menjadi kolonialitas yang bekerja melalui pembangunan, pengetahuan, kekuasaan, dan pembentukan kesadaran masyarakat. Paradigma pembangunan Orde Baru menjadi salah satu bentuk reproduksi kolonialitas yang dikritik oleh Emha Ainun Nadjib dalam kumpulan esai Indonesia Bagian dari Desa Saya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk kolonialitas dalam karya tersebut, menganalisis kritik Emha terhadap paradigma pembangunan Orde Baru melalui perspektif Coloniality of Power Aníbal Quijano, serta menjelaskan konsep dekolonialitas yang ditawarkannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan hermeneutika Martin Heidegger. Data diperoleh melalui studi pustaka terhadap kumpulan esai Indonesia Bagian dari Desa Saya karya Emha Ainun Nadjib, kemudian dianalisis secara hermeneutis dan didialogkan dengan perspektif Coloniality of Power. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma pembangunan Orde Baru mereproduksi colonial matrix of power melalui kontrol atas otoritas politik, pengetahuan, ekonomi, dan subjektivitas masyarakat. Kritik Emha tidak hanya ditujukan pada praktik pembangunan Orde Baru, tetapi juga pada logika modernitas yang memarginalkan pengetahuan lokal, kebudayaan, dan manusia sebagai subjek pembangunan. Penelitian ini menegaskan bahwa dekolonialitas dalam gagasan Emha merupakan tawaran paradigma pembangunan yang humanis, dialogis, dan berakar pada pengalaman historis serta kebudayaan masyarakat Indonesia.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | tidak ada lampiran |
| Uncontrolled Keywords: | Coloniality of Power; Dekolonialitas; Emha Ainun Nadjib; Paradigma Pembangunan Orde Baru |
| Subjects: | Critical Philosophy > Phenomenology Oriental Philosophy > Philosophy of Indonesia Sociology and Anthropology, Society > Nonliterate Societies World History, Civilizations > History of Race of Indonesia |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Aqidah Filsafat |
| Depositing User: | Araya Ghifary Alba Wahyudi |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 06:39 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 06:39 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/137964 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



