Analisis iltifat dan implikasi maknanya dalam Al-Qur'an surat Yusuf studi komparatif Tafsir Al-Bahr AL-Muhith dan Al-Tahrir Wa Al- Tanwir

Firdaus, Choirul Azam (2026) Analisis iltifat dan implikasi maknanya dalam Al-Qur'an surat Yusuf studi komparatif Tafsir Al-Bahr AL-Muhith dan Al-Tahrir Wa Al- Tanwir. Sarjana thesis, Uin Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
COVER-2.pdf

Download (200kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak .pdf

Download (253kB) | Preview
[img]
Preview
Text (CEK PLAGIASI)
1221030034 Choirul Azam Firdaus _ - Surat Keterangan Lulus Cek Plagiarisme (3).pdf

Download (229kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
Daftar Isi-3.pdf

Download (143kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
BAB I-3.pdf

Download (265kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
BAB II-5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (339kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III-3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (161kB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV-3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (749kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V-3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (220kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA-3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (235kB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan studi tafsir kontemporer yang lebih banyak berfokus pada kandungan makna global ayat, sementara kajian mengenai dimensi retorika dan struktur kebahasaan Al-Qur'an, khususnya fenomena iltifāt, masih relatif terbatas. Padahal, sebagai salah satu aspek penting dari i‘jāz al-Qur'ān, iltifāt tidak hanya menunjukkan adanya peralihan bentuk gramatikal atau sudut pandang tutur, tetapi juga merupakan strategi retoris yang membangun keterpaduan antara susunan lafaz (naẓm) dan makna (ma‘nā). Perubahan tersebut berfungsi memperkuat penegasan makna, menghidupkan dinamika narasi, membangun dimensi psikologis tokoh, serta meningkatkan efektivitas komunikasi teks Al-Qur'an. Surah Yusuf dipilih sebagai objek penelitian karena merupakan satu-satunya surah yang menyajikan kisah kenabian secara utuh, kronologis, dan dramatis sehingga menampilkan berbagai bentuk iltifāt yang memiliki fungsi balaghah yang beragam. Penelitian ini mengomparasikan penafsiran Abū Ḥayyān dalam Tafsir Al-Baḥr Al-Muḥīṭ yang bercorak lughawī-naḥwī dengan Ibn ‘Āsyūr dalam Tafsir Al-Taḥrīr wa Al-Tanwīr yang lebih menekankan dimensi retoris (maqāṣid balāghiyyah) dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data primer bersumber dari Al-Qur'an Surah Yusuf serta kitab Tafsir Al-Baḥr Al-Muḥīṭ karya Abū Ḥayyān dan Tafsir Al-Taḥrīr wa Al-Tanwīr karya Ibn ‘Āsyūr. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis tersebut diintegrasikan dengan Teori al-Naẓm ‘Abd al-Qāhir al-Jurjānī yang memandang bahwa keindahan dan kemukjizatan bahasa Al-Qur'an terletak pada keterpaduan susunan lafaz dengan makna. Melalui teori ini, iltifāt dianalisis tidak sekadar sebagai perubahan bentuk bahasa, tetapi sebagai strategi stilistika yang memiliki fungsi retoris dalam menegaskan makna, mengarahkan fokus pembaca, membangun kesinambungan narasi, menghadirkan efek psikologis, serta memperlihatkan aspek i‘jāz lughawī Al-Qur'an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ditemukan enam bentuk iltifāt pada momen-momen penting dalam Surah Yusuf, yaitu Iltifāt ‘Āqil (QS. Yusuf [12]: 4), Iltifāt Ḍamīr (QS. Yusuf [12]: 15), Iltifāt Khiṭāb (QS. Yusuf [12]: 29), Iltifāt Zamān (QS. Yusuf [12]: 43), Iltifāt Syakhṣiyyah (QS. Yusuf [12]: 52), dan Iltifāt ‘Adawāt (QS. Yusuf [12]: 87). (2) Secara komparatif, kedua mufasir sepakat bahwa iltifāt merupakan strategi stilistika yang berfungsi menghindari monotonitas (tanwī‘), menarik perhatian pembaca (tanbīh), serta memperkuat pesan ayat. Akan tetapi, Abū Ḥayyān lebih menitikberatkan analisis pada aspek sintaksis, i‘rāb, dan struktur naḥwu-ṣarf, sedangkan Ibn ‘Āsyūr menekankan dimensi retoris, konteks wacana, kondisi psikologis tokoh, dan tujuan komunikasi ayat. (3) Berdasarkan perspektif Teori al-Naẓm, iltifāt dalam Surah Yusuf terbukti bukan sekadar variasi lafaz, melainkan perangkat retorika yang menghubungkan susunan bahasa dengan penegasan makna. Peralihan uslub tersebut berimplikasi terhadap pembentukan dinamika narasi, penguatan ketegangan alur, visualisasi adegan (taṣwīr), pendalaman dimensi psikologis tokoh, serta penegasan nilai-nilai teologis dan moral. Dengan demikian, iltifāt menjadi salah satu manifestasi kemukjizatan linguistik Al-Qur'an yang menunjukkan keselarasan antara struktur bahasa, tujuan retoris, dan kedalaman makna.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: TIDAK ADA LAMPIRAN
Uncontrolled Keywords: Iltifat; Surat Yusuf; Studi Komparatif; Abu Hayyan; Ibn Asyur
Subjects: Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Choirul Azam Firdaus
Date Deposited: 12 Aug 2026 01:07
Last Modified: 12 Aug 2026 01:07
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/137985

Actions (login required)

View Item View Item