Zahara, Rista Amalia (2026) Perbandingan kodifikasi hadis di Madinah dan kufah. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_cover.pdf Download (51kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_Abstrak.pdf Download (156kB) | Preview |
|
|
Text (SK BEBAS PLAGIARISME)
3_skbebasplagiarism.pdf Download (227kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_Daftar isi.pdf Download (191kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
5_Bab1.pdf Download (228kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
6_Bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (386kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB III)
7_Bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (208kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB IV)
8_Bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (348kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB V)
9_Bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (153kB) | Request a copy |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_Daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (179kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan metodologi kodifikasi hadis di Madinah dan Kufah dengan menitikberatkan pada peran madar sebagai pusat jaringan periwayatan. Kajian ini dilandasi oleh adanya perbedaan konteks sosial, historis, dan intelektual yang memengaruhi perkembangan tradisi hadis di kedua wilayah tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan historis dan analitis komparatif melalui studi pustaka terhadap sumber-sumber klasik dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kodifikasi hadis di Madinah memiliki kecenderungan yang lebih konservatif dan berhati-hati, dengan penekanan pada validitas sanad serta keakuratan periwayatan. Hal ini tidak terlepas dari peran madar Madinah yang direpresentasikan oleh tokoh-tokoh seperti Az-Zuhri dan ‘Amr bin Dinar, yang menunjukkan adanya kombinasi antara kekuatan hafalan dan mulai berkembangnya praktik penulisan hadis di kalangan tertentu. Keberadaan para sahabat Nabi sebagai sumber utama hadis serta kuatnya tradisi transmisi lisan turut memperkuat karakter tersebut. Sementara itu, kodifikasi hadis di Kufah menunjukkan corak yang lebih dinamis dan rasional, yang tercermin dalam madar Kufah seperti Abu Ishaq dan al-A'mash, dengan jaringan periwayatan yang luas namun lebih didominasi oleh hafalan. Dalam konteks ini, penggunaan penalaran menjadi salah satu metode dalam menghadapi persoalan yang tidak memiliki dasar tekstual yang eksplisit. Kondisi masyarakat Kufah yang plural serta munculnya berbagai persoalan baru turut mendorong berkembangnya pendekatan ini. Meskipun terdapat perbedaan dalam metode dan pendekatan, kedua wilayah tersebut memiliki kontribusi yang sangat besar dalam perkembangan ilmu hadis. Madinah berperan dalam menjaga otentisitas dan kemurnian hadis melalui penguatan sanad dan selektivitas periwayatan, sedangkan Kufah memberikan kontribusi dalam pengembangan metodologi pemahaman hadis secara lebih kontekstual melalui perluasan jaringan periwayatan. Dengan demikian, perbedaan tersebut tidak menunjukkan pertentangan, melainkan saling melengkapi dalam memperkaya khazanah keilmuan Islam, khususnya dalam bidang hadis.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kodifikasi hadis; Kufah; Madinah; |
| Subjects: | Al-Hadits dan yang Berkaitan > Sejarah Pengumpulan, Penulisan dan Pembukuan Hadits |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Hadits |
| Depositing User: | Amalia Rista Zahara |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 02:17 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 02:17 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/138003 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



