Sutrisno, Arafi Nanda (2026) Situs Pugung Raharjo: dari temuan purbakala menjadi kawasan wisata budaya (1954–1995). Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati.
|
Text (Cover)
1. cover.pdf Download (142kB) | Preview |
|
|
Text (Abstrak)
2. Abstrak.pdf Download (155kB) | Preview |
|
|
Text (Lulus Plagiasi)
3. Lulus Plagiasi.pdf Download (74kB) | Preview |
|
|
Text (Daftar Isi)
4. daftar isi.pdf Download (198kB) | Preview |
|
|
Text (Bab I)
5. bab I.pdf Download (380kB) | Preview |
|
|
Text (Bab II)
6. Bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text (Bab III)
7. Bab III.pdf Restricted to Registered users only Download (617kB) | Request a copy |
||
|
Text (Bab IV)
8. Bab IV.pdf Restricted to Registered users only Download (194kB) | Request a copy |
||
|
Text (Daftar Pustaka)
9. Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (243kB) | Request a copy |
||
|
Text (Lampiran)
10. Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini mengkaji perkembangan Situs Pugung Raharjo dari lokasi temuan purbakala menjadi kawasan wisata budaya pada periode 1954–1995. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya merekonstruksi proses penemuan, perkembangan penelitian arkeologis, serta perubahan pengelolaan dan pemanfaatan Situs Pugung Raharjo sebagai salah satu warisan budaya penting di Provinsi Lampung. Permasalahan yang dikaji meliputi: (1) bagaimana proses awal penemuan Situs Pugung Raharjo hingga diakui sebagai tinggalan budaya yang bernilai historis; dan (2) bagaimana proses pengelolaan Situs Pugung Raharjo menjadi kawasan wisata budaya. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi empat tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber penelitian terdiri atas laporan penelitian arkeologi, arsip pemerintah, buku, jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, serta hasil wawancara dengan pengelola situs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Situs Pugung Raharjo mulai diketahui kembali setelah pembukaan kawasan transmigrasi pada pertengahan 1950-an dan penemuan berbagai tinggalan arkeologis oleh para transmigran pada tahun 1957. Penemuan tersebut mendorong dilakukannya penelitian arkeologis secara bertahap sejak akhir 1960-an hingga 1980-an yang berhasil mengidentifikasi berbagai tinggalan megalitik, Hindu-Buddha, dan Islam sehingga menegaskan Pugung Raharjo sebagai situs multikomponen yang memiliki nilai historis, arkeologis, dan budaya yang tinggi. Selanjutnya, pemerintah melaksanakan berbagai upaya pelestarian melalui pemugaran, penataan kawasan, pembangunan fasilitas pendukung, serta penerapan kebijakan pengelolaan yang memungkinkan situs dimanfaatkan sebagai kawasan wisata budaya tanpa mengabaikan prinsip pelestarian cagar budaya. Periode hingga tahun 1995 memperlihatkan bahwa pemanfaatan Situs Pugung Raharjo tidak hanya berfungsi sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai sarana pendidikan, penelitian, dan pelestarian warisan budaya. Dengan demikian, perubahan fungsi Situs Pugung Raharjo merupakan proses historis yang berlangsung secara bertahap melalui sinergi antara penelitian arkeologis, kebijakan pemerintah, dan upaya pelestarian, sehingga menjadikan situs ini sebagai salah satu kawasan wisata budaya penting di Provinsi Lampung.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Situs Purbakala; Lampung; Megalitik; Pugung Raharjo; Wisata Budaya |
| Subjects: | History of Ancient World to 499 > Archaeology |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam |
| Depositing User: | Arafi Nanda Sutrisno |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 03:49 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 03:49 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/138035 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



