Ikhsan, Fachrial (2026) Judicial Activism Mahkamah Konstitusi dalam pembentukan norma baru syarat usia calon presiden dan wakil presiden melalui putusan nomor 90/PUU-XXI/2023. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_Cover.pdf Download (117kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf Download (376kB) | Preview |
|
|
Text (SK BEBAS PLAGIARISM)
3_skbebasplagiarism.pdf Download (181kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_daftarisi.pdf Download (285kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
5_bab1.pdf Download (19MB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (21MB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB III)
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB IV)
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (83MB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB V)
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) | Request a copy |
||
|
Text (LAMPIRAN)
11_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang menimbulkan perdebatan konstitusional karena Mahkamah memperluas makna Pasal 169 huruf q Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dengan membentuk norma baru terkait syarat pencalonan presiden dan wakil presiden. Perubahan tersebut memunculkan persoalan mengenai batas kewenangan Mahkamah Konstitusi dalam menerapkan judicial activism serta menjaga keseimbangan antara fungsi penafsiran konstitusi dan pembentukan hukum.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis konsep dan batas konstitusional judicial activism dalam sistem ketatanegaraan Indonesia; (2) Menganalisis penerapan judicial activism Mahkamah Konstitusi dalam pembentukan norma baru terkait syarat usia calon presiden dan wakil presiden melalui Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023; serta (3) Menganalisis kedudukan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 terhadap fungsi Mahkamah Konstitusi dalam kerangka konstitusionalisme. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan yuridis normatif (normative legal research). Metode ini digunakan untuk menganalisis praktik judicial activism Mahkamah Konstitusi berdasarkan norma hukum, putusan, teori, dan doktrin yang relevan guna mengkaji kedudukan serta batas konstitusionalnya dalam Putusan Nomor 90/PUU-XXI/2023. Kerangka berpikir penelitian ini bertumpu pada tiga lapisan teori. Grand theory yang digunakan adalah Teori Konstitusionalisme untuk menganalisis batas kekuasaan dan supremasi konstitusi. Middle theory menggunakan Teori Pemisahan Kekuasaan dan Teori Kewenangan untuk mengkaji batas kewenangan Mahkamah Konstitusi. Adapun applied theory menggunakan Teori Judicial Activism, Negative Legislator, dan Kekuasaan Kehakiman untuk menganalisis pembentukan norma baru melalui Putusan Nomor 90/PUU-XXI/2023. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan pokok. Pertama, judicial activism Mahkamah Konstitusi merupakan kewenangan interpretatif untuk menegakkan konstitusi dan melindungi hak konstitusional yang tetap dibatasi oleh parameter judicial activism dan prinsip konstitusionalisme agar tidak berubah menjadi kewenangan tanpa batas. Kedua, Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 menunjukkan praktik judicial activism melalui pembentukan norma baru mengenai syarat pencalonan Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan prinsip negara hukum, demokrasi, dan perlindungan hak konstitusional. Ketiga, putusan tersebut menunjukkan pergeseran fungsi Mahkamah Konstitusi dari negative legislator menuju judicial law-making yang bersifat terbatas dan dapat dibenarkan sepanjang tetap berada dalam kewenangan judicial review serta menghormati prinsip pembagian kekuasaan dan checks and balances.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Judicial Activism Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 Pembentukan Norma Baru Syarat Usia Calon Presiden Dan Wakil Presiden |
| Subjects: | Constitutional and Administrative Law > Election Law Constitutional and Administrative Law > Constitutional Law of Indonesia |
| Divisions: | Pascasarjana Program Magister > Program Studi Ilmu Hukum |
| Depositing User: | FACHRIAL IKHSAN |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 01:43 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 01:43 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/138044 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



