Rahmah, Afifah Maula (2026) Pergeseran adat kebaya Sunda dari pakaian tradisional ke pakaian nasional Indonesia (1970–2000). Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (31kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (140kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiarism.pdf Download (110kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (293kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (336kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (735kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (148kB) | Request a copy |
||
|
Text
9_daftrapustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (158kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (913kB) | Request a copy |
Abstract
Kebaya Sunda merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Sunda yang pada awalnya berfungsi sebagai pakaian tradisional perempuan dalam kehidupan sehari-hari maupun berbagai kegiatan adat. Seiring berkembangnya modernisasi, urbanisasi, media massa, serta konstruksi identitas nasional yang dibangun negara, kebaya mengalami perubahan bentuk, fungsi, dan makna. Dominasi representasi kebaya sebagai pakaian nasional Indonesia turut memengaruhi keberadaan identitas visual kebaya Sunda, sehingga ciri khas lokalnya semakin jarang ditampilkan dalam ruang publik. Kondisi tersebut menunjukkan adanya pergeseran budaya yang penting untuk dikaji guna memahami perubahan identitas kebaya Sunda di tengah proses nasionalisasi dan modernisasi budaya pada periode 1970–2000. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua rumusan masalah, yaitu: (1) bagaimana kebaya Sunda sebelum menjadi bagian dari pakaian nasional Indonesia, dan (2) bagaimana pergeseran kebaya Sunda dari pakaian tradisional menuju bagian dari pakaian nasional Indonesia pada periode 1970–2000. Melalui penelitian ini diharapkan dapat diperoleh pemahaman mengenai bentuk, fungsi, serta perubahan makna kebaya Sunda dalam konteks sosial, budaya, dan nasional. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi empat tahapan, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Tahap heuristik dilakukan melalui pengumpulan sumber primer berupa arsip fotografi, majalah, surat kabar, dan dokumen kebijakan, serta sumber sekunder berupa buku dan jurnal ilmiah yang relevan. Selanjutnya, sumber-sumber tersebut diuji melalui kritik ekstern dan intern untuk memperoleh data yang autentik dan kredibel. Analisis dilakukan melalui tahap interpretasi dengan menggunakan teori representasi Stuart Hall untuk memahami proses pergeseran makna kebaya Sunda, kemudian disusun secara sistematis dalam bentuk historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum tahun 1970 kebaya Sunda merupakan pakaian tradisional yang merepresentasikan identitas perempuan Sunda serta mengandung nilai kesopanan, status sosial, dan fungsi adat. Pada periode 1970–2000, kebaya Sunda mengalami pergeseran akibat modernisasi, perkembangan industri mode, pengaruh media massa, serta praktik representasi budaya oleh negara. Pergeseran tersebut tampak pada perubahan desain, material, dan teknik konstruksi busana, sekaligus perubahan fungsi dari pakaian adat yang bersifat lokal menjadi bagian dari pakaian nasional Indonesia. Proses nasionalisasi kebaya juga mendorong dominasi model kebaya nasional tertentu yang menyebabkan ciri visual khas kebaya Sunda semakin tersisih dalam ingatan kolektif masyarakat, meskipun kebaya Sunda tetap bertahan melalui proses adaptasi terhadap perubahan zaman.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Change History, Events |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam |
| Depositing User: | Afifah Maula Rahmah |
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 02:44 |
| Last Modified: | 12 Aug 2026 02:44 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/138172 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



