Alhaq, Faiz (2026) Kerentanan sosial keluarga lereng pegunungan dalam mitigasi erupsi gunung berapi Tangkuban Perahu: Penelitian di Kampung Sukadami Desa Sukajaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (437kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (523kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiarism.pdf Download (59kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (610kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (749kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (723kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (685kB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (428kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (568kB) | Request a copy |
||
|
Text
11_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana tinggi akibat faktor geografis dan sosial ekonomi. Jawa Barat, khususnya Kampung Sukadami di Kabupaten Bandung menghadapi ancaman erupsi Gunung Tangkuban Perahu. Kerentanan sosial keluarga dipengaruhi kondisi ekonomi, pekerjaan, permukiman serta keterbasan akses informasi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk memahamai karakteristik sosial-ekonomi keluarga Kampung Sukadami yang membentuk kerentanan sosial terhadap potensi erupsi Gunung Berapi Tangkuban Perahu. Faktor lain seperti pola dan jarak pemukiman serta kemampuan menghadapi bencana dan bangkit yang ikut menentukan kerentanan sosial di keluarga di kampung tersebut dibentuk. Penelitian ini menggunakan teori kerentanan Jorn Birkmann. Ia berpendapat kerentanan di hadapan ancaman alam tidak hanyadisebabkan oleh kondisi geografis dan lingkungan fisik. Kombinasi antara karakteristik internal suatu populasi (susceptibility) yang erat dengan kondisi sosial dan ekonomi, populasi tersebut terpapar oleh natural hazard atau exposure serta kemampuan penduduk untuk merespon dan bangkit dari bencana (coping capacity). Ketiga factor tersebut ditemukan di Kampung Sukadami menjadi faktor penentu seberapa rentan keluarga di kampung itu dari ancaman erupsi gunung Tangkuban Perahu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Informan utama terdiri dari kepala kampung, kepala keluarga, ibu rumah tangga, dan tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan keluarga di kampung ini berkarakteristik sosial-ekonomi yang lemah ditandai dengan minimnya pengetahuan akan bencana, mata pencaharian yang bergantung pada wilayah rawan bencana, rendahnya tingkat pendidikan yang relatif rendah. Pola permukiman di lereng curam, berada di jalur lahar, dan berada dalam radius sekitar 5 km dari Gunung Tangkuban Perahu meningkatkan kerentanan terhadap erupsi. Kemampuan keluarga dalam merespons dan pulih dari bencana masih rendah akibat minimnya kesiapsiagaan, perencanaan evakuasi, serta ketiadaan tabungan dan asuransi yang dimiliki keluarga di kampung tersebut.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bencana; erupsi; kerentanan; sosial; keluarga; Tangkuban Perahu |
| Subjects: | Sociology and Anthropology, Society |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi |
| Depositing User: | Faiz Al Haq |
| Date Deposited: | 14 Aug 2026 03:25 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 02:05 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/138329 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



