Farudin Wahid, Muhamad (2026) Kegagalan partai hijau indonesia dalam mengikuti kontestasi pemilihan umum sejak 2014-2024 : Studi kasus partai hijau Indonesia di Pengurus Pusat Jakarta pada pemilu 2024. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
Cover_Muhamad Farudin Wahid.pdf Download (148kB) | Preview |
|
|
Text
Abstrak_Muhamad Farudin Wahid.pdf Download (173kB) | Preview |
|
|
Text
Pernyataan Bebas Plagiarisme_Muhamad Farudin Wahid.pdf Download (340kB) | Preview |
|
|
Text
Daftar Isi_Muhamad Farudin Wahid.pdf Download (327kB) | Preview |
|
|
Text
BAB I_Muhamad Farudin Wahid.pdf Download (361kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II_Muhamad Farudin Wahid.pdf Restricted to Registered users only Download (364kB) |
||
|
Text
BAB III_Muhamad Farudin Wahid.pdf Restricted to Registered users only Download (378kB) |
||
|
Text
BAB IV_Muhamad Farudin Wahid.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
BAB V_Muahamad Farudin Wahid.pdf Restricted to Registered users only Download (247kB) |
||
|
Text
Daftar Pustaka_Muhamad Farudin Wahid.pdf Restricted to Registered users only Download (276kB) |
||
|
Text
Lampiran_Muhamad Farudin Wahid.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kegagalan berulang Partai Hijau Indonesia (PHI) dalam menembus verifikasi administrasi dan faktual sebagai peserta Pemilihan Umum dalam rentang waktu 2014 hingga 2024. Fokus utama penelitian diarahkan pada dinamika operasional di Pengurus Pusat Jakarta selama proses persiapan Pemilu 2024. Analisis dilakukan dengan menggunakan kerangka teori pelembagaan partai politik dari Randall dan Svåsand (2002) yang mencakup empat dimensi utama: kesisteman (systemness), penanaman nilai (value infusion), otonomi (autonomy), dan reifikasi (reification). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan para pengambil kebijakan di tingkat Pengurus Pusat (Sekretariat Nasional), termasuk Roy Murthado, John Muhammad, Domitri, dan Dechmont, serta didukung oleh data sekunder berupa dokumen internal seperti AD/ART, Platform Hijau, dan Kitab Hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan PHI dalam rentang 2014-2024 disebabkan oleh ketimpangan antara derajat pelembagaan nilai dan pelembagaan struktural. Secara internal, PHI memiliki Value Infusion yang sangat kuat melalui ideologi ekososialisme, namun lemah secara Systemness karena kendala pendanaan mandiri yang belum rutinis. Secara eksternal, kegagalan ini merupakan implikasi dari "Birokrasi Paksaan" dan hambatan regulasi yang dirancang oleh struktur politik oligarki melalui persyaratan administrasi yang berat (seperti biaya PNBP pendaftaran badan hukum dan syarat kantor fisik). Hal ini membuat otonomi radikal PHI—yang menolak dana industri ekstraktif—menjadi kendala logistik dalam memenuhi syarat KPU. Kesimpulannya, kegagalan PHI sejak 2014 hingga 2024 bukan sekadar masalah teknis-manajerial, melainkan bentuk eksklusi sistemik terhadap partai ideologis dalam ekosistem politik Indonesia yang transaksional.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Partai Hijau Indonesia; Pelembagaan Partai; Randall & Svasand, Pemilu 2024 |
| Subjects: | Political Process > Political Parties Political Process > Election System |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Politik |
| Depositing User: | Wahid Muhamad Farudin |
| Date Deposited: | 14 Aug 2026 08:04 |
| Last Modified: | 14 Aug 2026 08:04 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/138395 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



